PANYABUNGAN, Mandailingpos – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyalurkan bantuan kepada empat kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan, Senin (19/10/2026).
Bantuan berupa bahan makanan pokok, kebutuhan sehari-hari, dan perlengkapan lainnya diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam kesempatan itu, Atika menyampaikan simpati dan empati kepada keluarga Palit, Amin Siregar, Jefri Rangkuti, dan Lolis yang terdampak kebakaran pada Minggu (18/10/2026) pagi.
Atika menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah OPD dan lembaga kemanusiaan, yakni Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).
Khusus bantuan dari Dinas Sosial P3A untuk pembangunan kembali rumah korban, dana akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. “Saya tegaskan, jangan ada pemotongan sepeser pun,” tegas Atika.
Selain bantuan kebutuhan pokok, Pemkab Madina juga menyiapkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga korban. Atika menegaskan, musibah kebakaran tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan.

“Anak-anak jangan sampai putus sekolah karena musibah ini. Bantuan perlengkapan sekolah dari Dinas Pendidikan sudah kami siapkan,” ujarnya.
Terkait dokumen kependudukan dan surat-surat penting yang ikut terbakar, Atika menginstruksikan camat dan kepala desa agar segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memfasilitasi penerbitan kembali dokumen tersebut.
“Segala bentuk administrasi kependudukan yang ikut terbakar, seperti KTP, kartu keluarga, ijazah, buku nikah, dan surat-surat penting lainnya, agar segera difasilitasi dan diurus kembali,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Atika juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.
Ia mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan, memastikan kompor gas LPG dalam keadaan mati setelah digunakan, mencabut peralatan listrik yang tidak diperlukan, serta tidak melakukan instalasi listrik secara mandiri tanpa tenaga ahli.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan api benar-benar padam. “Musibah kebakaran sering terjadi karena kelalaian kecil. Untuk itu, kita harus selalu waspada,” tutupnya.
Reporter : Rls



















