Mengenang Kaharuddin Nasution, Komandan Termuda RPKAD yang Jadi Gubernur Riau dan Sumut

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

PEKANBARU, Mandailingpos — Sebelum dikenal sebagai Gubernur Riau kedua, Kaharuddin Nasution merupakan perwira militer yang meniti karier sejak masa awal berdirinya Republik Indonesia.

Kiprahnya di dunia militer kemudian membawanya ke berbagai posisi strategis hingga mencapai pangkat Letnan Jenderal TNI.

Kaharuddin Nasution lahir di Medan, 23 Juli 1925. Karier militernya berkembang pesat. Pada 1956, ketika berusia 31 tahun, ia dipercaya memimpin Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), satuan yang kemudian berkembang menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pada usia tersebut, Kaharuddin tercatat sebagai salah satu perwira termuda yang pernah memimpin satuan pasukan khusus tersebut.
Kariernya kembali bersinggungan dengan sejarah Riau ketika pada 1958 ia dipercaya memimpin Operasi Tegas dalam menghadapi pergolakan PRRI di wilayah Riau.

Dalam operasi tersebut, pasukan yang dipimpinnya bergerak menguasai sejumlah objek strategis, termasuk Pekanbaru dan Lapangan Terbang Simpang Tiga.
Riau kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Kaharuddin Nasution.

Setelah datang ke Riau sebagai komandan operasi, ia kembali ke daerah itu dalam kapasitas berbeda, yakni sebagai kepala pemerintahan daerah.

BACA JUGA:  Pengurus Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan Dikukuhkan

Pada 6 Januari 1960, Kaharuddin Nasution dilantik sebagai Gubernur Riau kedua. Ia memimpin Provinsi Riau hingga 1966, pada masa ketika pembangunan pemerintahan dan infrastruktur daerah masih terus ditata.

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur, pengabdian Kaharuddin berlanjut di berbagai jabatan strategis. Ia pernah dipercaya sebagai Panglima Kodam XIII/Merdeka, Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, serta Gubernur Sumatera Utara.

Di penghujung karier militernya, Kaharuddin Nasution menyandang pangkat Letnan Jenderal TNI.
Kaharuddin Nasution wafat pada 25 September 1990 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.

Namanya kemudian diabadikan menjadi Stadion Kaharuddin Nasution di Pekanbaru.
Perjalanan hidup Kaharuddin Nasution memperlihatkan perpaduan antara pengabdian di dunia militer dan pemerintahan.

Dari medan operasi hingga memimpin pemerintahan daerah, kiprahnya menjadi bagian dari perjalanan sejarah Riau dan Indonesia.

Reporter : Dikutip dari berbagai sumber

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!