Pemkab Madina Siapkan 170 Hektare Lahan untuk Budidaya Bawang Putih

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

MEDAN, Mandailingpos — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menyiapkan lahan seluas 170 hektare untuk pengembangan budi daya bawang putih sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, usai mengikuti Rapat Koordinasi dan Audiensi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih Tahun 2026 serta Persiapan Tahun 2027 di Aula Lantai I Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (7/10/2026).

Atika mengatakan, Pemkab Madina telah mengajukan permohonan kepada Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian untuk pengembangan budi daya bawang putih seluas sekitar 170 hektare pada tahun anggaran 2027.

“Kami memasukkan permohonan ke Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian sekitar 170 hektare untuk penanaman bawang putih tahun anggaran 2027. Sarana produksi pertanian (saprodi) akan difasilitasi oleh Direktorat Hortikultura, sedangkan untuk kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), nanti kami bersurat ke Direktorat PSP,” ujar Atika.

Selain dukungan sarana produksi dan alsintan, Atika menyebut Pemkab Madina juga mengusulkan pendampingan teknis. Pemkab juga mendorong agar lahan yang selama ini digunakan untuk tanaman ganja dapat dikaji untuk kemungkinan dialihkan menjadi lahan budi daya bawang putih.

BACA JUGA:  Rayakan HKN ke-61 Pemkab Madina Gelar Jalan Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

“Tentu dengan catatan, akses dibenahi dan ada kepastian hasil panen petani memiliki pembeli,” katanya.

Menurut Atika, pengajuan lahan seluas 170 hektare dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan kesiapan komoditas tersebut di Madina.

Bawang putih, kata dia, membutuhkan kondisi tertentu, terutama ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kawasan dengan karakteristik tersebut di Madina umumnya telah dimanfaatkan masyarakat untuk budi daya kopi dan sayuran.

Selain itu, bawang putih merupakan komoditas yang relatif baru dikembangkan di Madina sehingga diperlukan proyek percontohan atau pilot project sebelum dilakukan pengembangan dalam skala lebih luas.

“Ini bagian dari dukungan Pemkab Madina untuk mewujudkan swasembada pangan sesuai Asta Cita Presiden, khususnya swasembada bawang putih,” ujar Atika.

Atika juga berharap adanya kolaborasi antara Pemkab Madina dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang memiliki kesesuaian untuk budi daya bawang putih.

“Lahan-lahan tidur ini tentu masih banyak di Mandailing Natal. Harapannya dapat digunakan dan dimaksimalkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Pemkab Madina Dorong Penambahan Jadwal Terbang di Bandara Jenderal Besar AH Nasution

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!