Siswi Kelas II SD Ditemukan Meninggal di Belakang Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

BUKIT MALINTANG, Mandailingpos — Warga Desa Pasar Baru Malintang, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dikejutkan dengan penemuan seorang siswi kelas II sekolah dasar yang meninggal dunia di belakang rumah,  Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban diketahui berinisial NAL, siswi kelas II SD Negeri 048 Malintang, putri dari Nur Ainun. Korban pertama kali ditemukan adiknya di bagian belakang rumah.

Informasi tersebut dibenarkan Kepala Desa Pasar Baru Malintang saat dikonfirmasi wartawan sekitar pukul 13.00 WIB. Menurutnya, korban masih berada di Puskesmas Malintang untuk penanganan lebih lanjut.

“Benar, anak tersebut kelas II SD Negeri 048 Malintang. Saat ini korban masih berada di Puskesmas Malintang,” ujar Kepala Desa.

Sementara itu, aparat desa bersama pihak kepolisian dan Kecamatan Bukit Malintang telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta pendalaman terhadap peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Masyarakat juga diimbau tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum adanya keterangan resmi dari pihak berwenang.

BACA JUGA:  SMA Negeri 2 Plus Panyabungan Gelar Rangkaian Semarak Ramadhan

Dorong Penyelidikan Menyeluruh

Tokoh masyarakat Kecamatan Bukit Malintang, Iskandar Hasibuan, meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian siswi tersebut.

Menurut Iskandar, penyelidikan penting dilakukan untuk mengetahui secara jelas kronologi dan faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

“Saya berharap polisi dan aparat desa serius mengungkap kasus ini. Penyebab kematian korban harus dipastikan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan secara profesional,” ujar Iskandar .

Iskandar juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan tidak mengambil kesimpulan sendiri terkait penyebab kematian korban.

“Saya percaya pihak kepolisian, khususnya Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Madina, akan mampu mengungkap secara terang peristiwa yang menimpa anak tersebut,” katanya.

Hingga Kamis sore, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai penyebab maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!