Kepala SMPN 1 Pakantan Bantah Persulit Fasilitas HUT RI, Tegaskan Pembagian Tugas Sesuai Tupoksi

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

PAKANTAN, Mandailingpos – Kepala SMP Negeri 1 Pakantan, Hj. Hermawati, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang mempertanyakan rasa nasionalismenya dan menyebut pihak sekolah mempersulit penggunaan fasilitas lapangan untuk pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pakantan Kabupaten Mandailing Natal.

Klarifikasi tersebut disampaikan Hermawati pada Minggu (11/10/2026) melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi Mandailingpos. Ia menyayangkan pemberitaan yang menurutnya sepihak. Persoalan pelaksanaan HUT RI di Kecamatan seharusnya tidak menjadi konsumsi publik.

Menurut Hermawati, pelaksanaan peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Pakantan sudah lama selesai. Kenapa harus muncul sekarang ?

Ia juga mempertanyakan belum dilaksanakannya pembubaran panitia HUT RI ke-81. Menurutnya, panitia seharusnya menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk evaluasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan acara.

Hermawati menjelaskan, selama lebih dari 12 tahun, lapangan SMPN 1 Pakantan telah digunakan sebagai lokasi upacara peringatan HUT RI tingkat kecamatan. Selama itu pula, pihak sekolah turut membantu menyiapkan sejumlah fasilitas, seperti mikrofon, pengecatan tiang bendera, serta pembersihan lapangan.

BACA JUGA:  Kapolda Sumut Tinjau Polsek MBG yang Dibakar Massa.

Namun, pada pelaksanaan tahun ini, pihak sekolah menyampaikan bahwa sejumlah kebutuhan tidak lagi dapat disiapkan karena keterbatasan pendanaan.

“Satu minggu sebelum acara, saya menjumpai Camat Pakantan untuk menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang tidak lagi dapat disiapkan pihak sekolah, mulai dari mikrofon, pengecatan tiang bendera, bendera hingga pembabatan lapangan. Alasannya, permasalahan dana,” jelasnya.

Ia menyebutkan, persoalan tersebut juga berkaitan dengan pemotongan anggaran kegiatan sekolah yang menurutnya dilakukan secara sepihak oleh panitia. Dampaknya, kata dia, turut dirasakan pada pemberian hadiah kepada siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan memeriahkan HUT RI.

Selain persoalan fasilitas dan anggaran, Hermawati menyoroti penanganan kebersihan setelah acara selesai. Ia mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, guru-guru sekolah kerap membersihkan sampah yang berserakan serta merapikan kursi dan perlengkapan lainnya setelah kegiatan berakhir.

Karena itu, ia menegaskan bahwa keputusan pihak sekolah untuk tidak lagi menangani seluruh kebutuhan teknis kegiatan tahun ini bukan berarti tidak memiliki semangat nasionalisme.

“Bukan karena rasa nasionalisme kami kurang, tetapi tahun ini kami ingin ada pembagian tugas yang jelas. Anak-anak tetap dipersiapkan untuk menjadi petugas Paskibra, mengikuti barisan drumband, dan kegiatan lainnya,” katanya.

BACA JUGA:  Mulai Sore Ini, Putaran 16 Besar Turnamen Sepakbola NNB Cup II Pasar Kotanopan

Menurut Hermawati, sejumlah kebutuhan teknis, seperti pengeras suara, teratak, bangku, pengecatan tiang bendera, serta perlengkapan lainnya, semestinya menjadi bagian dari persiapan panitia karena kegiatan tersebut merupakan agenda tingkat kecamatan.

Ia menilai pembagian tanggung jawab perlu diperjelas agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan tidak membebankan seluruh kebutuhan kepada pihak sekolah

Di akhir keterangannya, Hermawati kembali menegaskan bahwa pihak sekolah tetap mendukung pelaksanaan kegiatan peringatan kemerdekaan, tetapi mengharapkan pembagian tugas, penggunaan anggaran, serta tanggung jawab setelah kegiatan dilakukan secara jelas.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui evaluasi bersama agar pelaksanaan peringatan HUT RI pada tahun berikutnya berjalan lebih baik.

Reporter : Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!