Ketua MUI Madina Tekankan Lima Bekal Santri Menuju Indonesia Emas 2045

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

PANYABUNGAN, Mandailingpos – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), KH. Muhammad Nasir Nasution, menyampaikan pentingnya penguatan iman, takwa, ilmu pengetahuan, akhlak, dan inovasi bagi para santri dalam mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan dalam ceramah agama yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Masjid Agung Nur Ala Nur, Kabupaten Madina, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan diawali dengan zikir dan doa bersama. Dalam materi ceramahnya, KH. Muhammad Nasir Nasution menekankan santri memiliki peran penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Selain mendalami ilmu agama, santri juga dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman dengan bekal pengetahuan, karakter, dan kreativitas.

Menurutnya, ada lima hal yang perlu diperkuat santri dalam mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas, yakni iman, takwa, ilmu pengetahuan, akhlak, dan inovasi.

Pertama, memperkuat iman. Keimanan menjadi landasan bagi santri dalam menjalani kehidupan. Dengan iman yang kuat, santri diharapkan mampu menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, sekaligus menghadapi berbagai tantangan tanpa meninggalkan prinsip agama.

BACA JUGA:  MUI Madina Tegaskan Hukum Menimbun Barang di Tengah Bencana.

Kedua, meningkatkan ketakwaan. Ketakwaan diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah SWT dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga melalui sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta peduli terhadap sesama.

Ketiga, memperluas ilmu pengetahuan. Santri didorong untuk terus belajar dan memperluas wawasan, baik dalam bidang ilmu agama maupun pengetahuan umum dan teknologi. Penguasaan ilmu menjadi bekal untuk menghadapi tantangan global serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Keempat, menjaga akhlak. Ilmu pengetahuan perlu diiringi akhlak mulia agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Sikap menghormati guru dan orang tua, menjaga tutur kata, bersikap jujur, menghargai perbedaan, serta memegang amanah merupakan nilai-nilai penting yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kelima, mengembangkan inovasi. Santri diharapkan tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga mampu melahirkan gagasan baru, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan teknologi secara positif. Inovasi diperlukan agar santri dapat berperan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, dakwah, ekonomi, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

BACA JUGA:  Kapolres Madina Serahkan SPT Jasa Raharja Almarhum Fathia

Kelima hal tersebut menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi perkembangan zaman sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman. Dengan keseimbangan antara kekuatan spiritual, keluasan ilmu, akhlak mulia, dan kemampuan berinovasi, santri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui rangkaian zikir, doa bersama, dan ceramah agama dalam peringatan HSN 2026 ini, para santri diharapkan semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang beriman, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, dan kreatif.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!