MUI Madina Dukung Penguatan Peran Santri dalam Menjaga Nilai Keislaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

PANYABUNGAN, Mandailingpos – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar di halaman Masjid Agung Nur Ala Nur, Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (22/10/2026).

Kehadiran jajaran pengurus MUI Madina merupakan bentuk dukungan terhadap peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.

Ketua MUI Madina, KH Muhammad Nasir Nasution, hadir bersama sejumlah pengurus, di antaranya Sekretaris MUI Madina H. Ahmad Zainul Khobir, Ketua Komisi Dakwah H. Mahyuddin Lubis; Ketua Komisi Infokom Ahmad Salman Farid, serta Ketua Komisi Sosial dan Bencana Sudrajat Putra Batubara.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang perjuangan santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta mengingatkan pentingnya pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki semangat kebangsaan.

Ketua MUI Madina, KH Muhammad Nasir Nasution, mengatakan bahwa Hari Santri Nasional harus menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperdalam ilmu agama, dan menjaga akhlak di tengah perkembangan zaman.

BACA JUGA:  MUI Madina Ajak Warga Perbanyak Doa dan Istigfar

“ Hari Santri Nasional merupakan momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan para santri dan ulama dalam menjaga agama serta berkontribusi bagi bangsa dan negara. Santri harus terus meningkatkan ilmu pengetahuan, memperkuat akhlak, dan menjaga nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan dalam memberikan pendidikan agama, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial para santri.

Karena itu, dukungan terhadap pendidikan pesantren dan pembinaan generasi muda perlu terus diperkuat agar santri mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip agama.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama, santri, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang harmonis serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Kami berharap para santri dapat menjadi generasi penerus yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam akhlak, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, MUI Madina menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan pendidikan keagamaan dan pemberdayaan santri sebagai generasi penerus perjuangan ulama.

BACA JUGA:  RPJMD dan RKPD Harus Mampu Jawab Tantangan Pembangunan Madina

MUI Madina berharap momentum ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap jasa santri dan ulama sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berkontribusi melalui pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan semangat Hari Santri Nasional, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat kebangsaan demi mendukung terwujudnya Kabupaten Mandailing Natal yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!