Tertimpa Pohon Aren, Pekerja Tambang Emas di Simpang Tolang Kotanopan Meninggal

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

KOTANOPAN, Mandailingpos – Seorang pekerja tambang emas yang diduga beroperasi tanpa izin (PETI) di Desa Simpang Tolang, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meninggal dunia setelah camp tempatnya beristirahat tertimpa pohon aren yang tumbang saat hujan deras, Senin (19/10/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Anwar (43), warga Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat. Jenazah korban dievakuasi dari lokasi tambang sekitar pukul 03.00 WIB oleh rekan-rekan kerjanya, kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan mobil.

Kepala Desa Sirambas, Ilham Suhdi Nasution, membenarkan bahwa korban merupakan warganya yang meninggal dunia di lokasi penambangan emas di kawasan Simpang Tolang Julu.

“Korban diduga tertimpa pohon tumbang saat sedang tidur sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa itu menyebabkan korban meninggal dunia di tempat,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Senin pagi.

Menurut Ilham, korban bekerja sebagai karyawan di lokasi penambangan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban bekerja di bawah naungan seorang pengusaha yang dikenal dengan nama berinisial SC, warga Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan.

BACA JUGA:  Reses Aswin Parinduri di Barumun Baru, Aspirasi Warga Infrastruktur hingga Pupuk

Informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan menyebutkan, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sebelum pohon aren di sekitar lokasi tumbang dan menimpa bangunan camp tempat korban beristirahat.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa SC diduga merupakan salah satu pengusaha tambang emas di kawasan Simpang Tolang yang mengoperasikan lebih dari satu lubang tambang.

Sementara itu, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priyandi menyatakan bahwa peristiwa tersebut telah ditangani oleh Polsek Kotanopan bersama Polres Madina.

Menurutnya, petugas telah melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan di lapangan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendalami penyebab kematian korban serta kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kapolsek Kotanopan AKP Syarifuddin Nasution juga membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait insiden yang merenggut nyawa pekerja tambang tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan kepolisian maupun status perizinan kegiatan penambangan di lokasi kejadian. Pihak yang disebut berinisial SC juga belum berhasil dimintai konfirmasi.

BACA JUGA:  Ratusan Warga Hadiri Reses Aswin Parinduri di Desa Lobung.

Reporter ; Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!