Transparansi Anggaran, Kesiapsiagaan, dan Pemulihan Ekonomi Petani pada Pemulihan Pascabencana Madina

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Panyabungan, Mandailingpos – Mandailing Natal masih berupaya pulih pascabanjir dan longsor akhir 2025, sementara masyarakat menanti pemulihan yang nyata dan menyeluruh.

Muhammad Amarullah, Pengurus PKC PMII Sumatera Utara sekaligus putra daerah, memberikan catatan kritis sekaligus konstruktif terhadap langkah pemulihan yang berjalan.

Amarullah menilai pemerintah daerah telah sigap membuka akses jalan dan menyalurkan bantuan logistik, namun pemulihan ekonomi dan rehabilitasi infrastruktur permanen masih perlu percepatan.

Banyak petani lokal masih menghadapi kesulitan karena lahan pertanian terendam, sehingga mata pencaharian warga belum pulih sepenuhnya.

“Respons darurat memang cepat, tetapi pemulihan jangka panjang harus lebih terencana dan berkelanjutan,” tegas Amarullah.

Ia menekankan perlunya transparansi anggaran, baik dari Belanja Tidak Terduga APBD Rp5,12 miliar maupun dana tambahan pusat Rp4 miliar, agar masyarakat mengetahui secara jelas alokasi dana dan dampaknya terhadap pemulihan komunitas.

Selain itu, Amarullah menyoroti pentingnya kesiapsiagaan jangka panjang dan koordinasi antarlembaga, termasuk BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan relawan.

Menurutnya, percepatan rehabilitasi jalan, jembatan, serta fasilitas publik harus menjadi prioritas, sementara program pemulihan ekonomi untuk warga terdampak, khususnya petani, wajib disusun secara sistematis.

BACA JUGA:  Rayakan HKN ke-61 Pemkab Madina Gelar Jalan Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

“Mandailing Natal adalah kampung halaman saya. Saya berharap proses pemulihan tidak hanya bersifat sementara, tetapi membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana di masa mendatang,” harap Amarullah.

Reporter : Pen

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!