Kabut Asap Mulai Memudar, Pemkab Madina Kembali Berlakukan Sekolah Tatap Muka

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
oplus_2

PANYABUNGAN, Mandailingpos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) memutuskan untuk kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka mulai Selasa (20/10/2026), setelah sebelumnya menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari akibat kabut asap.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Madina H. Saipullah Nasution bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution dan Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy di Aula Kantor Bupati Madina, Senin (19/10/2026).

Rapat tersebut membahas evaluasi dampak kabut asap dan penurunan jarak pandang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Bupati Saipullah Nasution menjelaskan, kebijakan PJJ sebelumnya diberlakukan pada 15–17 Oktober 2026 sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari dampak buruk kabut asap. Pada periode tersebut, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

“Selama tiga hari belakangan ini kita memberlakukan PJJ bagi pendidikan. Masyarakat juga kita imbau mengurangi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker, mengingat kondisi kabut asap yang melanda daerah kita,” ujar Saipullah.

BACA JUGA:  Syafari Ramadhan ke Tiga di Muara Sipongi Digelar di Koto Baringin

Berdasarkan laporan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 19 Oktober 2026, kondisi di wilayah Madina dilaporkan mulai membaik. Dalam rapat tersebut, kondisi udara disebut telah kembali ke kategori hijau atau normal.

Atas dasar laporan tersebut, Pemkab Madina memutuskan menghentikan kebijakan PJJ dan mengembalikan kegiatan belajar-mengajar ke sekolah seperti biasa mulai Selasa (20/10/2026).

“Dinas Pendidikan diminta segera mencabut surat edaran PJJ agar anak-anak dapat kembali bersekolah seperti sedia kala,” kata Saipullah.

Pemkab Madina juga berkoordinasi dengan penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan kesiapan layanan makanan bagi siswa seiring kembali berlangsungnya kegiatan belajar di sekolah.

Sementara itu, Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy mengatakan, meskipun kondisi kabut asap dilaporkan membaik, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Madina.

“Kita terus berupaya agar Madina tetap bersih dari hotspot dan tidak menjadi sumber titik api,” tegas Bagus.

Ia menambahkan, kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan langkah pencegahan, di antaranya pengaturan lalu lintas dan pembagian masker kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Pemkab Madina Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober 2026

Kapolres juga mengimbau jajaran kepolisian sektor (Polsek), para camat, dan pihak sekolah untuk aktif menyosialisasikan pencegahan karhutla kepada masyarakat. Koordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, dan instansi terkait lainnya juga terus dilakukan untuk mendukung upaya mitigasi serta edukasi publik.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal bidang kehutanan, Kementerian Agama, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!