Harga Karet di Kotanopan Turun Jadi Rp 20.000 per Kg, Cabai Merah Rp 65.000

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
oplus_2

KOTANOPAN, Mandailingpos – Harga karet dan cabai merah di Pasar Tradisional Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengalami penurunan pada Sabtu (24/10/2026).

Harga karet turun menjadi Rp 20.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 23.000 per kilogram, sedangkan cabai merah turun menjadi Rp 65.000 per kilogram.

Mawardi Lubis, salah seorang pengepul karet di Kotanopan, mengatakan harga karet sempat mencapai Rp 23.000 per kilogram sekitar dua minggu lalu. Namun, kenaikan harga tersebut belum diikuti peningkatan jumlah karet yang dijual petani.

Menurut Mawardi, hingga saat ini pasokan karet yang dijual petani di wilayah Kotanopan masih relatif sedikit. Ia menilai, sebagian warga kini lebih memilih bekerja sebagai penambang emas tradisional atau mardompeng karena hasilnya bisa diperoleh setiap hari.

Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas perkebunan karet warga. Sebagian lahan perkebunan karet dilaporkan mulai ditinggalkan karena pemiliknya beralih mencari emas.

Sementara itu, Khadijah, salah seorang pedagang cabai merah di Kotanopan, membenarkan harga komoditas tersebut mengalami penurunan. Sekitar dua minggu lalu, harga cabai merah bahkan sempat mencapai Rp 80.000 per kilogram.

BACA JUGA:  Rangkaian Hari Bhayangkara, Polres Madina Gelar Bedah Rumah

Ia menjelaskan, tingginya harga cabai saat itu dipengaruhi terbatasnya pasokan di pasar. Menurut Khadijah, pada periode tersebut cabai merah banyak dipasarkan ke Medan dan Aceh karena diduga menawarkan harga jual yang lebih baik. Kondisi itu menyebabkan pasokan cabai di pasar lokal berkurang.

Di sisi lain, Muliani, warga Kotanopan, menilai harga karet saat ini belum sebanding dengan harga kebutuhan rumah tangga, terutama cabai merah.
Ia mencontohkan, petani harus menjual sekitar tiga kilogram karet untuk membeli satu kilogram cabai merah. Perbandingan tersebut, menurutnya, menunjukkan daya beli petani karet masih terbebani oleh tingginya harga kebutuhan pokok.

Reporter: Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!