Panyabungan, Mandailingpos,– Pembangunan Puskesmas Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal, hingga jelang akhir tahun anggaran masih juga belum rampung. Proyek yang didanai APBD Madina ini terkesan amburadul, tidak tuntas, dan jauh dari standar pelayanan kesehatan.
Proyek inipun menuai banyak sorotan. Termasuk dari Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh. Melalui Pers rilisnya yang diterima redaksi, Jum”at (26/2/2025) menyebutkan, sesuai dengan tinjauan lapangan SAPMA AMPI, Saleh mengatakan, kondisi fisik bangunan di lapangan menunjukkan lemahnya perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek. Puskesmas yang seharusnya menjadi fasilitas vital bagi masyarakat justru terkesan dikerjakan asal-asalan.
“Ini proyek strategis bidang kesehatan. Namun faktanya, sampai akhir tahun kondisinya amburadul. Pertanyaannya, ke mana pengawasan Dinas Kesehatan?” kata Muhammad Saleh , Jumat (26/12).
SATMA AMPI Madina juga menyoroti tanggung jawab Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal sebagai Kuasa Pengguna anggaran dan penanggung jawab utama kegiatan. Menurutnya, Kadis Kesehatan tidak bisa lepas tangan atas buruknya kualitas dan lambannya progres pembangunan Puskesmas Sibanggor Jae.
“Kami menduga lemahnya kontrol dari Kepala Dinas Kesehatan menjadi salah satu penyebab proyek ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kadis harus bertanggung jawab secara moral dan administratif,” lanjutnya.
Selain itu, Saleh juga menilai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut tidak bekerja dengan baik untuk memastikanproyek sesuai kontrak, spesifikasi teknis, dan tenggat waktu.
SATMA AMPI Madina mendesak Inspektorat Daerah, BPK, serta Aparat Penegak Hukum untuk segera melakukan audit menyeluruh, tidak hanya terhadap pelaksana proyek dan PPK, tetapi juga terhadap peran dan kebijakan Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal.
“Jika ditemukan indikasi pembiaran, kelalaian, atau bahkan dugaan penyimpangan anggaran, maka penegakan hukum harus dilakukan tanpa tebang pilih,” ujar Muhammad Saleh.
SATMA AMPI Madina menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh dijadikan ajang main-main anggaran, karena menyangkut langsung hak dasar masyarakat.
Reporter : Rls



















