RSUD Panyabungan Akan Siapkan Satu Ruangan Untuk Tempat Shalat

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Panyabungan, Mandailingpos – Menanggapi keluhan masyarakat terkait belum adanya ruang ibadah di RSUD Panyabungan, Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution mengatakan berdasarkan hasil diskusi, untuk sementara akan disediakan satu ruang khusus tempat shalat bagi pengunjung.

Hal itu dikatakan Saipullah saat meninjau RSUD Panyabungan di Panatapan, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Senin, (5/1/2026).

Lebih lanjut, Saipullah menjelaskan, sesuai desain dan layout Rumah Sakit, telah disiapkan area khusus di bagian belakang untuk pembangunan Masjid atau rumah ibadah tersendiri. Namun, saat ini Pemkab Madina masih memprioritaskan pengoperasian layanan-layanan vital seperti klinik, ruang operasi bedah umum, dan ruang rawat inap.

“Banyak pengunjung rumah sakit yang kesulitan kalau mau shalat. Ada juga ustadz yang datang dan menyampaikan bahwa mereka tidak punya tempat untuk beribadah,” ungkap Saipullah.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, tingkat hunian pasien di RSUD Panyabungan secara rutin telah melebihi 90 persen dari kapasitas sehingga perlu dilakukan pengembangan, baik melalui pengajuan ke Kementerian Kesehatan maupun lewat skema kerja sama dengan pihak swasta atau BUMN.

BACA JUGA:  Syafari Ramadhan Perdana di Muarasipongi Disambut Jamaah dengan Antusias

Saipulah juga mengingatkan agar manajemen RSUD Panyabungan segera mengoperasikan layanan hemodialisis yang merupakan salah satu rekomendasi hasil verifikasi Kementerian Kesehatan.

“Vendor yang bekerja sama dengan kita memiliki tanggung jawab menyiapkan ruangan RO sesuai standar Kementerian Kesehatan. Karena itu, kami minta agar segera dilakukan perbaikan supaya layanan hemodialisis bisa segera dioperasikan,” kata dia.

Terkait alat kesehatan, Saipullah menambahkan, berdasarkan hasil audiensi dengan Menteri Kesehatan, program ke depan lebih difokuskan pada penyediaan peralatan dasar rumah sakit serta peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan.

“Fokusnya pada peningkatan SDM, mulai dari dokter umum menjadi spesialis, penambahan dokter spesialis, hingga peningkatan kapasitas perawat. Untuk bantuan peralatan, peluangnya memang tidak sebesar sebelumnya,” pungkas dia.

Sedangkan Direktur RSUD Panyabungan dr. Rusli Pulungan menyampaikan bahwa sejumlah alat kesehatan (alkes) bantuan dari Kemenkes telah dipersiapkan dan sebagian di antaranya sudah memasuki tahap pengiriman ke daerah.

“Untuk sementara, ada beberapa alkes yang dokumennya sudah kami siapkan dan juga sudah disetujui Kemenkes,” kata dia.

BACA JUGA:  Bupati Minta Agar Pelayanan di RSU Panyabungan Maksimal.

Rusli menjelaskan, dari Kemenkes terdapat bantuan peralatan untuk BKIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Cathlab, serta CT Scan, dan mamografi.

Selain itu, RSUD juga akan menerima alat endoskopi yang digunakan untuk pemeriksaan bagian dalam tubuh, khususnya seluruh saluran cerna.

“Seharusnya bantuan ini masuk di tahun 2025. Namun karena program ini berlaku secara nasional di seluruh Indonesia, maka untuk daerah kita realisasinya baru di awal tahun ini,” ungkap dia.

Berdasarkan jadwal, kata Rusli, seluruh alat kesehatan tersebut ditargetkan sudah selesai terpasang paling lambat pada bulan Maret.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!