Kecamatan Tambangan Canangkan Gerakan Keta Marsialapari

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Tambangan, Mandailingpos – Pemerintah Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, mencanangkan Keta Marsialapari, sebuah gerakan gotong royong yang berlandaskan tradisi Mandailing dengan semangat saling membantu, bekerja bersama, dan meringankan beban demi kepentingan bersama.

Camat Tambangan Bahren Daulay, Rabu (5/8/2026), mengatakan pencanangan program tersebut dilaksanakan di Desa Pastap pada Selasa (4/8/2026). Program ini menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi marsialapari yang dahulu dilakukan kelompok tani dengan bekerja secara bergiliran di ladang atau kebun berdasarkan hasil musyawarah.

Program Keta Marsialapari dibagi menjadi tiga kelompok gotong royong. Kelompok pertama, GR Rura Aek Mais, terdiri atas Desa Pastap Julu, Pastap, Padang Sanggar, Muara Mais, Muara Mais Jambur, Angin Barat, dan Lumban Pasir. Kegiatan gotong royong dilaksanakan setiap hari Selasa pada minggu pertama setiap bulan.

Camat Tambangan, Bahren Daulay
Camat Tambangan Bahren Daukay

Sementara itu, kelompok ketiga, GR Seberang Batang Gadis, terdiri dari Desa Tambangan Jae, Simangambat Tambangan, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-rao Dolok, Rao-rao Lombang, dan Panjaringan. Kegiatan dilaksanakan setiap hari Jumat pada minggu ketiga setiap bulan. Jadwal gotong royong telah disusun hingga Desember 2026.

BACA JUGA:  Nasaruddin Terpilih Menjadi Ketua Koperasi Merah Putih Desa Simangambat TB

Bahren menjelaskan, kegiatan ini akan melibatkan kepala desa beserta perangkat desa dari masing-masing kelompok. Desa yang menjadi tuan rumah akan menentukan lokasi gotong royong sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, Keta Marsialapari diharapkan menjadi wadah mempererat silaturahmi antar-pemerintah desa, membangun diskusi mengenai potensi desa, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menciptakan rasa aman dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Reporter: Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!