Penyebab Kematian Ikan Mera di Lubuk Larangan Tambangan Jae Masih Diteliti

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

TAMBANGAN, Mandailingpos – Penyebab kematian ikan mera di kawasan Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hingga Jumat (18/9/2026) belum diketahui secara pasti.

Camat Tambangan Bahren Daulay mengatakan, Dinas Perikanan Kabupaten Mandailing Natal telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel ikan yang mati serta sampel air sungai.

“Dinas Perikanan sudah turun ke lapangan dan mengambil sampel ikan yang mati serta sampel air sungai untuk diperiksa. Jadi, untuk menghindari spekulasi, sebaiknya kita menunggu hasil penelitian dari Dinas Perikanan Madina,” kata Bahren, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, kematian ikan mulai ditemukan warga pada Rabu lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Jumlah ikan yang mati kemudian terus bertambah hingga Jumat dan diperkirakan telah mencapai lebih dari 150 ekor.

Ikan yang ditemukan mati memiliki bobot sekitar 2 hingga 6 kilogram per ekor. Berdasarkan pemantauan di lokasi, kondisi air Sungai Aek Tambangan terlihat jernih dan tidak menunjukkan perubahan warna yang mencolok.

BACA JUGA:  Kapolda Sumut dan Ketua Bhayangkari Kunjungi 'Bumi Gordang Sambilan"

Sejumlah ikan yang mati ditemukan dengan kondisi darah keluar dari celah sisik dan sebagian mengalami luka pada bagian insang. Ikan juga terlihat tidak berlendir dan tubuhnya relatif keras saat disentuh.

Pada bagian dalam tubuh beberapa ikan, terutama pada bagian yang diduga merupakan gelembung renang, ditemukan kondisi seperti pecah atau robek.

Bahren menegaskan, seluruh temuan tersebut masih merupakan hasil pengamatan awal di lapangan dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian ikan.

“Untuk mengetahui penyebabnya secara objektif, kita menunggu hasil pemeriksaan Dinas Perikanan, termasuk pemeriksaan kualitas air dan ikan yang mati,” ujarnya.

Ia berharap hasil pemeriksaan dapat segera diketahui sehingga penyebab kematian ikan dapat dipastikan dan langkah penanganan yang tepat bisa dilakukan.

Lubuk Larangan Anak Yatim sendiri merupakan kawasan yang dikelola masyarakat dan juga menjadi salah satu destinasi wisata di Kecamatan Tambangan. Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut dinilai penting untuk memastikan kondisi lingkungan dan keamanan kawasan tersebut.

Reporter : Lokot Husda Lubis

BACA JUGA:  Malam Idul Adha, 1 Rumah Terbakar di Desa Padang Sanggar

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!