ANGKOLA SANGKUNUR, Mandailing Pos – Ratusan warga Desa Bukkas Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), antusias mengikuti kegiatan reses I masa sidang III Tahun 2026–2027 Anggota DPRD Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri, di halaman Balai Desa Bukkas Malombu, Minggu (27/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Aswin didampingi Ketua DPD Partai Golkar Tapsel yang juga Ketua DPRD Tapsel, H. Rahmad Nasution, beserta rombongan.
Kedatangan rombongan disambut masyarakat dengan pengalungan bunga dan pertunjukan tari yang dibawakan siswa-siswi SMP Negeri 4 Sangkunur di Bukkas Malombu.
Turut hadir perwakilan Kepala Desa Bukkas Malombu, Rasoki Simanjuntak, bersama perangkat desa, BPD, organisasi kepemudaan (OKP), serta sejumlah undangan lainnya.
Mewakili kepala desa, Rasoki Simanjuntak menyampaikan apresiasi atas kehadiran Aswin Parinduri di tengah masyarakat.
“Suatu kehormatan bagi desa kami yang berpenduduk sekitar 300 kepala keluarga dipilih sebagai lokasi reses DPRD Sumut. Semoga kehadiran Bapak membawa berkah dan aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat diperjuangkan di tingkat provinsi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPRD Tapsel H. Rahmad Nasution berharap masyarakat memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi.
“Semoga apa yang kita bicarakan hari ini menjadi catatan perjuangan H. Aswin Parinduri dan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Aswin Parinduri menegaskan bahwa reses bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari tanggung jawab anggota DPRD sebagai wakil rakyat.
“Reses adalah kesempatan bagi saya untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat, mendengar keluhan dan membawa aspirasi masyarakat ke lembaga DPRD,” ujar Aswin.
Sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, Aswin mengatakan dirinya akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat serta memperjuangkan aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Kita jangan menjadi masyarakat yang hanya menunggu pembangunan. Kita harus menjadi masyarakat yang ikut menentukan arah pembangunan,” katanya.
Dalam sesi dialog, sejumlah aspirasi disampaikan warga. Di antaranya pembangunan musala, rehabilitasi atap Masjid Nurul Iman, pembangunan dek penahan di kompleks masjid, pengadaan bibit sawit, serta perluasan lahan pertanian masyarakat.
Warga juga mengusulkan pembangunan jalan usaha tani, jalan rabat beton keliling desa, bendungan untuk kebutuhan air masjid, lampu jalan desa, pengadaan sound system dan teratak, pembangunan lapangan sepak bola, serta pengadaan pelaminan.
Aspirasi tersebut selanjutnya dicatat sebagai bahan perjuangan dan tindak lanjut sesuai kewenangan pemerintah provinsi.
Reporter: Munir Lubis



















