AEK HAMINJOM, Mandailingpos– Anggota DPRD Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri, menegaskan sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan amanat konstitusi yang harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikannya pada Sosialisasi Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan di Halaman Bolak Desa Aek Haminjom, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (07/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Aek Haminjom Saipul Bahri, perwakilan Forkopincam Arse, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, serta ratusan warga setempat.
Dalam sambutannya, Saipul Bahri menyampaikan terima kasih kepada Aswin Parinduri yang telah memilih Desa Aek Haminjom sebagai lokasi sosialisasi. Ia berharap kehadiran Aswin membawa perubahan dan kemajuan bagi desa dan wilayah sekitarnya.
Aswin menjelaskan, Empat Pilar yang menjadi fondasi kokoh bangsa Indonesia adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat pilar ini tidak boleh hanya dihafal. Empat pilar ini harus menjadi pedoman dalam kita bermasyarakat, berdesa, dan bernegara,” ujar Aswin.
Ia mengingatkan tantangan zaman saat ini semakin berat. Generasi muda dihadapkan pada pengaruh media sosial, berita hoaks, paham radikal, hingga bahaya narkoba.
“Saya mengajak seluruh orang tua, tokoh agama, dan tokoh pemuda di sini: mari kita jaga anak-anak kita. Mari kita bentengi mereka dengan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan,” katanya.
Menurut Aswin, jika pemuda kuat ideologinya, kuat imannya, dan cinta tanah air, maka Aek Haminjom akan kuat, Tapanuli Selatan akan kuat, Sumatera Utara akan kuat, dan Indonesia akan kuat.
Sebagai wakil rakyat di DPRD Sumut, Aswin juga berkomitmen terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Aek Haminjom, baik di bidang infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, pertanian, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM.
“Silakan sampaikan aspirasi Bapak/Ibu pada kesempatan ini. Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi wadah bagi kita untuk berdialog, untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Dede Hafirman Said, M.Ag menyampaikan, Indonesia adalah negara besar dengan beragam suku, agama, bahasa, dan budaya. Agar tidak terpecah belah, bangsa ini membutuhkan satu ideologi pemersatu, yaitu Pancasila.
“Pancasila bukan hanya hafalan di sekolah, tapi pedoman hidup dalam bermasyarakat, berdesa, dan bernegara,” kata Dede.
Ia menekankan, selama gotong royong masih hidup, musyawarah masih berjalan, dan saling hormat masih dijaga, berarti Pancasila masih hidup di desa.
Dede juga mengingatkan, Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik dengan kedaulatan berada di tangan rakyat. Setiap warga negara berhak atas pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak, serta berhak menyampaikan aspirasi kepada DPRD.
Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk menjaga Empat Pilar tidak hanya diucapkan, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Aek Haminjom Rukun, Arse Maju, Tapanuli Selatan Bersatu, Sumatera Utara Bermartabat, Indonesia Jaya!”
Reporter : Lokot Husda Lubis



















