ANGKOLA SANGKUNUR, Mandailing Pos – Warga Lingkungan V Aek Sabatang Menek, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri, saat pelaksanaan reses I masa sidang III Tahun 2026–2027, Minggu (27/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai kebutuhan dasar yang dinilai mendesak, mulai dari jaringan listrik PLN, perbaikan akses jalan, pembangunan jembatan, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga sarana rumah ibadah.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Tapsel H. Rahmat Nasution,., Lurah Rianiate Rosmaini Siregar, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta Kepala Lingkungan setempat.
Ketua DPRD Tapsel H. Rahmat Nasution dalam sambutannya mengatakan, hingga saat ini Aek Sabatang Menek belum mendapatkan jaringan listrik dari PLN. Menurutnya, sarana pendidikan dasar yang tersedia di wilayah tersebut baru sekolah dasar (SD).
Ia menyebut keberadaan SD tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan akses pendidikan dasar bagi anak-anak di Aek Sabatang Menek.
Sementara itu, Lurah Rianiate Rosmaini Siregar menyampaikan harapan agar pemerintah kabupaten maupun provinsi memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menyebut 850 kepala keluarga mengharapkan akses jalan menuju wilayah mereka segera di bangun karena kondisinya masih memprihatinkan, terutama saat musim hujan. Kondisi itu menyulitkan mobilitas warga, termasuk ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan medis atau hendak melahirkan.

Selain itu, masyarakat yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA sederajat harus keluar dari kampung karena fasilitas pendidikan yang tersedia masih terbatas.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi prioritas. Misalnya, pembangunan jaringan listrik PLN. Warga bahkan menyatakan bersedia memberikan pembebasan lahan untuk jalur jaringan listrik dari arah Desa Bukkas Malombu apabila jaringan tersebut ditarik lurus sekitar 4–5 kilometer menuju Aek Sabatang Menek.
Selama ini, sebagian warga mengandalkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang kondisinya dinilai tidak lagi optimal. Sebagian warga lainnya menggunakan panel surya, namun tidak semua masyarakat mampu menyediakan fasilitas tersebut secara mandiri.
Masyarakat meminta perbaikan akses jalan dari jalan provinsi menuju Aek Sabatang Menek sepanjang sekitar empat kilometer. Meski ruas tersebut merupakan kewenangan kabupaten, warga berharap dukungan dapat diberikan melalui Bantuan Keuangan Provinsi (BKP).
Warga juga mengusulkan bantuan pembangunan rumah ibadah berupa gereja bagi masyarakat yang mayoritas beragama Kristen serta musala bagi warga yang beragama Islam. Untuk usulan tersebut, masyarakat akan menyampaikan proposal.
Kemudian, warga meminta bantuan pembangunan ruang kelas baru (RKB) untuk PAUD yang berada di Aek Sabatang Menek.
Selain itu, pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sebanyak 10 titik dari jalan provinsi menuju Aek Sabatang Menek.
Kemudian, pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Aek Sabatang Godang dengan Aek Sabatang Menek. Jembatan tersebut dinilai penting karena saat terjadi banjir, akses masyarakat dapat terputus dan anak-anak yang bersekolah di tingkat SMP maupun SMA sederajat kesulitan keluar dari kampung.
Selain infrastruktur, warga juga mengusulkan bantuan bibit pohon aren kepada Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, bantuan bibit ikan air tawar kepada dinas terkait, serta meminta pemerintah memperhatikan kelangkaan pupuk bersubsidi yang dialami masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Aswin Parinduri mengatakan akan mengupayakannya sesuai skala prioritas dan kewenangan pemerintah.
Untuk persoalan listrik, Aswin menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak PLN agar dapat dilakukan pembahasan mengenai pembangunan jaringan atau instalasi listrik baru menuju Aek Sabatang Menek.

“Saya akan mengupayakan dan memprioritaskan persoalan listrik ini. Kita akan komunikasikan dengan pihak PLN agar dapat melihat kemungkinan pembangunan jaringan baru menuju Aek Sabatang,” ujar Aswin.
Terkait akses jalan, Aswin mengatakan akan mengomunikasikannya dengan Pemerintah Kabupaten Tapsel, termasuk kemungkinan dukungan melalui anggaran kabupaten maupun Bantuan Keuangan Provinsi (BKP).
Aswin juga meminta masyarakat menyiapkan proposal untuk pembangunan rumah ibadah dan fasilitas PAUD agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Untuk usulan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan, Aswin menyatakan akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di tingkat provinsi.
Aswin menegaskan, reses merupakan kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan membawa aspirasi tersebut ke tingkat pemerintahan sesuai kewenangannya.
Reporter: Munir Lubis



















