Sosialisasi Empat Pilar di Paluta, DPRD Sumut Ajak Warga Jaga Persatuan dari Desa

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

PADANG LAWAS UTARA, Mandailingpos  – Ratusan warga Desa Rondaman Siburegar, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), mengikuti sosialisasi Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tentang Empat Pilar Kehidupan Bernegara, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Aswin Parinduri sebagai pemateri utama dan Dr. Arsidin Batubara, SH, MH sebagai narasumber.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Rondaman Siburegar Johan Kurniawan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta ratusan warga desa setempat.

Dalam pemaparannya, Aswin Parinduri menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai landasan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan dan perilaku kita sehari-hari,” ujar Aswin.

Menurut Aswin, di tengah perkembangan zaman, kemajuan teknologi, dan derasnya arus informasi, masyarakat harus tetap menjaga persatuan dan semangat kebangsaan. Karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar Kehidupan Bernegara menjadi sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA:  Sampai Batas Akhir Pelunasan Bipih Tahap 1, 479 Jemaah Calon Haji Asal Madina Sudah Bayar.

“Dalam konteks kehidupan masyarakat Desa Rondaman Siburegar, menjaga NKRI dapat diwujudkan melalui kebersamaan, gotong royong, menjaga hubungan baik antartetangga, serta mendukung pembangunan desa,” katanya.

Ia menekankan bahwa persatuan masyarakat merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Ia juga menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

“Perbedaan suku, agama, bahasa, adat istiadat, maupun pandangan tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” tegas Aswin.

Sementara itu, narasumber Dr. Arsidin Batubara, SH, MH menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini memiliki enam tujuan utama, yakni meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ideologi Pancasila, menanamkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman, meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara, membangun karakter masyarakat yang toleran dan demokratis, serta mendorong partisipasi dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ia juga memaparkan fungsi DPRD Provinsi Sumatera Utara yang meliputi pembentukan peraturan daerah, anggaran, dan pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk mendorong kebijakan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

BACA JUGA:  Pemkab Madina Pastikan Stok Bapok dan BBM Cukup Selama Idulfitri

“Empat pilar kehidupan bernegara merupakan landasan penting dalam menjaga keberlangsungan bangsa. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara yang harus dipertahankan, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat persatuan dalam keberagaman,” jelas Arsidin.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Rondaman Siburegar semakin memahami pentingnya wawasan kebangsaan dan berperan aktif menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Kabupaten Padang Lawas Utara dan Provinsi Sumatera Utara.

Reporter: Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!