Dongkrak Kualitas Kopi Petani Ulu Pungkut, KOMANJA dan SRI Gelar Sekolah Lapangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

ULU PUNGKUT, MandailingPos – Koperasi Kopi Mandailing Jaya (Komanja) bersama Sumatera Rainforest Institute (SRI) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi petani kopi di Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Pelatihan yang dikemas dalam program Sekolah Lapang Pertanian ini berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 30-31 Oktober 2026.

Ketua Komanja, Syafruddin Lubis, mengatakan pelatihan hari pertama digelar di Rumah Produksi Komanja Banamon Mandheling Coffee dengan fokus pada materi pasca panen.

“Materi pelatihan hari Jumat tentang proses pasca panen dan uji rendemen kopi. Peserta kita haruskan membawa 10 kg buah merah hingga kita ketahui hasilnya satu minggu ke depan. Makanya tempat pelatihan kita laksanakan di rumah produksi koperasi ini,” ujar Syafruddin di Ulu Pungkut, Sabtu (31/10).

Hari kedua, pelatihan dilanjutkan langsung di kebun dengan materi teknik budidaya kopi. Metode ini mendorong diskusi yang dinamis antarpetani.

“Menariknya pada hari kedua ini diskusi tentang perlakuan perawatan terhadap pohon kopi berlangsung dinamis antar petani. Mereka saling berbagi menyampaikan masalah pada kebunnya dan jika ada petani yang pernah mengalaminya dan telah menemukan solusinya, petani tersebut menjelaskan cara penanganan yang telah dilakukannya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bupati Sebut Jalan Santai Perkuat Sinergi Polres Madina dengan Masyarakat

Syafruddin menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian Sekolah Lapang Pertanian sebagai upaya meningkatkan produktivitas buah kopi yang berkualitas.

Sementara itu, Direktur SRI, Dony Saputra, menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian dari program penguatan kelembagaan koperasi tani.

“Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi petani menjadi unit bisnis yang kuat, inklusif dan berkelanjutan oleh SRI sebagai anggota dari konsorsium Caritas PSE yang didukung oleh pendanaan hibah Siklus X TFCA Sumatera,” kata Dony.

Dalam pertemuan tersebut, para petani berharap Komanja dapat memfasilitasi pertemuan berkala sebagai forum silaturahmi dan diskusi.

“Kita akan berusaha ke depan untuk membuat forum petani itu sebagai wadah untuk sharing. Selain itu pelatihan ini juga akan dilaksanakan hingga lima bulan ke depan dengan materi yang berbeda tentunya,” pungkas Syafruddin.

Reporter : Rls/Eff

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!