SAIPAR DOLOK HOLE, Mandailing Pos — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara H. Aswin Parinduri, SH, MH, menyerap aspirasi masyarakat Desa Sidapdap Simanosor dan sekitarnya dalam rangkaian reses I Masa Sidang III Tahun Sidang 2026–2027 di Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (28/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Aswin didampingi Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Tapanuli Selatan, Arifin Ahmad Siregar. Setibanya di Lapangan Sepak Bola Marhube, Desa Sidapdap Simanosor, Aswin disambut masyarakat dan tokoh setempat.
Turut hadir Camat Saipar Dolok Hole Pardomuan Pangaribuan, Direktur Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid Simanosor H. Yusri Lubis, Kepala Desa Sidapdap Simanosor Ibrahim Siregar beserta perangkat desa, jajaran BPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum ibu, NNB, serta undangan lainnya.
Di hadapan ratusan warga, Aswin mengatakan reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat, melihat kondisi di lapangan, mendengarkan keluhan, sekaligus menyerap aspirasi yang nantinya dibawa ke lembaga DPRD.
“Reses bukan acara seremonial. Reses adalah pertanggungjawaban seorang wakil rakyat kepada rakyatnya. Saya datang untuk mendengar dan menyerap aspirasi tentang apa yang dibutuhkan masyarakat di wilayah Sidapdap Simanosor ini,” katanya.

Aswin menegaskan, aspirasi masyarakat yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan diupayakan untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Sumatera Utara.
“Saya akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan memperjuangkan aspirasi yang menjadi kewenangan provinsi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Camat Saipar Dolok Hole Pardomuan Pangaribuan menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan infrastruktur.
Menurutnya, sekitar 80 persen masyarakat di Kecamatan Saipar Dolok Hole menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian. Namun, petani masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari ketersediaan pupuk bersubsidi, minimnya jalan produksi dan jalan usaha tani, hingga kondisi jaringan irigasi.
“Dalam dua tahun terakhir, pupuk bersubsidi sangat sulit diperoleh di daerah ini. Kalau pun ada, harganya sangat tinggi. Kelangkaan pupuk ini tentunya harus menjadi perhatian bersama dan perlu kolaborasi untuk menuntaskannya,” ujar Pardomuan.
Ia juga menyampaikan kondisi jalan provinsi yang melintasi Kecamatan Saipar Dolok Hole masih membutuhkan peningkatan dan perbaikan.
Menurutnya, pada tahun 2026 terdapat perbaikan jalan provinsi sepanjang sekitar tiga kilometer. Namun, masyarakat berharap perbaikan tersebut dapat dilanjutkan pada 2027, termasuk membuka akses jalan yang menghubungkan wilayah Saipar Dolok Hole dengan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).
“Kami berharap pada 2027 perbaikan jalan terus dilanjutkan. Kalau memungkinkan, akses jalan ini dapat ditembuskan ke wilayah Paluta sehingga desa-desa di sana tidak lagi terisolasi dan masyarakat lebih mudah memasarkan hasil pertaniannya,” katanya.

Keluhan mengenai pupuk juga disampaikan masyarakat. Hasna Marpaung, salah seorang petani, mengatakan ketersediaan pupuk sangat dibutuhkan untuk menunjang produksi pertanian.
“Yang kami butuhkan pupuk sesuai kebutuhan untuk tanaman kami,” ujarnya.
Selain persoalan pupuk dan infrastruktur pertanian, masyarakat juga mengusulkan pembangunan jalan menuju sekolah madrasah dan musala, pembangunan dek penahan, jalan keliling tanah wakaf Simanosor Julu, tembok penahan di Lapangan Sepak Bola Marhube, akses jalan usaha tani, jalan penghubung antardesa, serta sejumlah program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Warga juga berharap Program Koperasi Merah Putih (KMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau Desa Sidapdap Simanosor. Selain itu, masyarakat mengusulkan bantuan untuk memenuhi kekurangan biaya pembangunan masjid.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Aswin Parinduri mengatakan seluruh usulan akan dicatat dan diupayakan sesuai skala prioritas serta kewenangan pemerintah.
“Kalau aspirasi itu memang menjadi kewenangan provinsi dan sesuai dengan prioritas pembangunan, saya akan memperjuangkannya melalui DPRD Sumatera Utara sesuai mekanisme yang berlaku,” tuturnya.
Reporter ; Munir Lubis



















