Aswin Parinduri Harapkan Santri Ponpes Subulus Salam Menjadi Pelopor Perubahan

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Kotanoosn, Mandailingpos – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara H. Aswin Parinduri mengharapkan santri dan santriwati Pondok Pesantren Subulussalam Sayumaincat Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing menjadi pelopor perubahan.

” Jadilah generasi yang membawa cahaya ilmu ditengah masyarakat ” kata Aswin Parinduri ketika menggelar sosialisasi Penguatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Penyebarluasan Ideologi
Pancasila di Pesantren itu pada Senin ( 22/06/2026) siang.

Selain ratusan santri, kegiatan juga dihadiri perwakilan Forkopincam Kotanopan, Kepala Desa Sayurmaincat Fahruddin Lubis, Kepala Desa Singengu Jae Erwin Efendi bersama jajaran BPD, aparat desa dan tokoh masyarakat.

Juga tampak hadir Ketua Yayasan Subulussalam Endar Lubis, pimpinan pesantren H. Esmin Pulungan bersama para guru dan staf administrasi, kelompok pengajian kaum ibu Subulussalam, NNB dan undangan terkait lainnya.

Menurutnya, pemimpin masa depan tidak lahir secara tiba-tiba.Pemimpin besar dibentuk disiplin yang panjang, karenanya santri Ponpes Subulussalam jangan pernah membatasi cita-citanya.

” Saya percaya bahwa dari Sayurmaincat dan Kecamatan Kotanopan akan lahir tokoh-tokoh besar di masa depan. Karenanya, kalian jangan pernah membatasi cita- cita. Teruslah belajar, teruslah berjuang dan jangan pernah berhenti bermimpi,” ucapnya.

BACA JUGA:  Kegiatan HUT Kemerdekaan di Desa Simandolam Meriah

Pada bagian lain sambutannya, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut itu menyampaikan sosialisasi Wawasan Kebangsaan adalah program penyuluhan strategis.

Kemudian bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, dan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) kepada masyarakat dan generasi muda guna menjaga keutuhan bangsa.

Sementara nara sumber Dede Hafirman Said, S.Ag,M.Ag pada paparannya materinya memfokuskan berfokus pada pemahaman nilai-nilai dasar, implementasi dalam kehidupan sehari-hari, dan pemecahan masalah.

Ia menjelaskan, Pancasila sebagai dasar negara, ideologi nasional dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Sedangkan wawasan kebangsaan sebagai cara pandang bangsa terhadap diri dan lingkungannya dengan mengedepankan persatuan dalam keberagaman.

“Generasi muda adalah penjaga masa depan bangsa. Kita harus punya nilai yang bisa membawa manfaat besar dan menjadi pemicu semangat cinta tanah air dikalangan generasi muda ,” sebutnya.

Usai sosialisasi, para santri dan masyarakat menyampaikan beberapa kategori pertanyaan dapat dikelompokkan ke dalam empat pilar utama agar lebih terarah dan interaktif.
Kemudian pertanyaan seputar Pancasila dan Ideologi, contoh nyata penerapan nilai Sila ke-5 (Keadilan Sosial) yang paling mendesak untuk diperbaiki di lingkungan sekitar kita.

BACA JUGA:  Reuni SMAN 1 Kotanopan, Bupati Sebut Kepala Sekolah Harus Punya Program Unggulan

Seterusnya bagaimana cara membendung pengaruh ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila di era digital saat ini dan pemaknaan Bhinneka Tunggal Ika untuk menggali sikap toleransi dan menjaga keberagaman sosial.

Reporter : Munir Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!