Panyabungan, Mandailingpos – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) berkomitmen memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Madina H. Saipullah Nasution saat menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu, lansia, dan penyandang disabilitas di Kampung Siaga Bencana (KSB) Saroha, Aula Kantor Camat Siabu, Jumat (7/8/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri Pj. Sekda Afrizal Nasution, Plt. Kepala Dinas Sosial Ahmad Duroni Nasution, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Parlin Lubis, Kabag Kesra Rahmad, serta sejumlah pejabat lainnya itu, Bupati juga menyerahkan santunan kepada 40 anak yatim.
Saipullah meminta aparatur desa dan kelurahan melakukan pendataan masyarakat secara objektif dan sesuai kondisi di lapangan agar bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
“Pendataan harus jujur dan sesuai fakta. Jangan memasukkan masyarakat yang sudah mampu, seperti memiliki mobil atau lahan yang memadai, sementara warga miskin ekstrem justru tidak terdata,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan agar tidak ada praktik pendataan yang hanya mengutamakan keluarga atau kerabat aparat desa.
Menurutnya, ketepatan data menjadi kunci agar bantuan sosial dapat dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Untuk meningkatkan akurasi data, Pemkab Madina akan menugaskan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membantu proses pendataan langsung di lapangan.
Kepada anak-anak yatim penerima santunan, Saipullah berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan memotivasi mereka meraih cita-cita.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Ahmad Duroni Nasution menjelaskan, Kampung Siaga Bencana (KSB) Saroha dibentuk pada April 2026 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Ia menyebutkan, pada tahap awal sebanyak 28 warga telah menerima bantuan. Selanjutnya, bantuan akan diperluas kepada 122 penerima lainnya di sejumlah wilayah, dengan prioritas masyarakat yang selama ini belum pernah memperoleh bantuan sosial.
Duroni juga mengungkapkan, sekitar 6.800 warga telah keluar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Karena itu, Dinas Sosial segera melakukan pemutakhiran data agar penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Mandailing Natal semakin tepat sasaran.
Reporter : Rls



















