Pemdes Tambangan Tonga Konsisten Gelar Witapermainur, Anak-anak Diajak Kurangi Penggunaan HP

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

TAMBANGAN, Mandailingpos – Pemerintah Desa Tambangan Tonga, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), konsisten melaksanakan kegiatan Witapermainur setiap pekan sebagai upaya mengajak anak-anak kembali mengenal dan memainkan permainan tradisional.

Kegiatan yang digelar Minggu (20/9/2026) itu diikuti puluhan anak Desa Tambangan Tonga. Mereka tampak antusias mengikuti berbagai permainan dan aktivitas yang disiapkan pemerintah desa bersama TP PKK, perangkat desa, kader kesehatan, serta naposo bulung.

Sejumlah permainan tradisional yang diperkenalkan antara lain maryeye, terompah, main tali, menggambar, senam kebugaran dan berbagai permainan tradisional lainnya.

Kepala Desa Tambangan Tonga, Samsul Bahri Nasution, mengatakan kegiatan Witapermainur dilaksanakan secara rutin setiap minggu. Pelaksanaannya melibatkan ibu-ibu PKK, perangkat desa dan naposo bulung.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan telepon seluler. Mereka kita ajak kembali bermain permainan tradisional warisan leluhur,” ujarnya.

Selain permainan tradisional, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian makanan tambahan yang dikoordinasikan pemerintah desa bersama ibu-ibu PKK dan kader kesehatan desa.

Kegiatan diawali dengan senam kebugaran, dilanjutkan atraksi permainan tradisional dan kegiatan melukis. Pada akhir kegiatan, anak-anak kembali diingatkan dengan motto Witapermainur, yakni “Marmayam Keta, Mar HP Emma Jolo”.

BACA JUGA:  Permainan Leluhur Kembali Dilaksanakan di Kecamatan Tambangan.

Camat Tambangan, Bahren Daulay, mengapresiasi Pemerintah Desa Tambangan Tonga yang konsisten melaksanakan kegiatan tersebut setiap minggu. Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler pada anak-anak perlu menjadi perhatian bersama.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung program Witapermainur sehingga kegiatan tersebut dapat terus berjalan dan menjadi ruang bagi anak-anak untuk beraktivitas, bersosialisasi, serta mengenal kembali permainan tradisional.

Reporter : Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!