Jalan ke Pastap Julu Amblas, Kenderaan Roda Empat Tidak Bisa Lewat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

Tambangan, Mandailiingpos– Jalan penghubung dari desa Muara Mais menuju Pastap Julu  Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal amblas. Akibatnya, jalan ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan keberadaannya mengancam keselamatan pengguna jalan.

Titik amblas terdapat di wilayah pangirkiran desa Pastap. Badan jalan yang amblas ke sungai Aek Mais mencapai satu meter lebih. Penyebabnya, karena tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur kawasan ini dalam tiga hari terakhir.

Pantauan pagi ini, Kamis (27/11/2025), anak anak sekolah yang berasal dari Pastap Julu terpaksa turun dari mobil dan harus berjalan berombongan melewati lokasi longsor ini. Setelah itu baru naik mobil lain lagi dari desa Pastap menuju sekolahnya.

‘ Intensitas hujan cukup tinggi hingga debit air Aek mais naik mengakibatkan amblas atau longsor jalan penghubung antar desa Muaramais-Pastap Julu . Jalur transportasi antar desa dimaksud sudah terputus,” kata Camat Tambangan Enda Mora Lubis usai meninjau lokasi pada Rabu, ( 26/11/2025).

Oplus_131072

Selain itu, kata Endra Mora, akibat dari kondisi cuaca ekstrem atau bencana hidrometeorologi basah sejumlah areal pertanian masyarakat rusak. Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan data pasti. “Areal pertanian dan perkebunan masyarakat di beberapa desa diperkirakan akan gagal panen,” sebut dia.

BACA JUGA:  Besok MK Tentukan Nasib Pilkada Madina

Untuk penanganan sementara, pihaknya bersama masyarakat telah bergotong-royong. Di sisi lain, Enda menginstruksikan para kepala desa dan lurah agar mengaktifkan pos siaga bencana.

“Membuat pengumuman waspada melalui pengeras suara, dan doa bersama di ms
Masjid pada waktu salat berjamaah agar bencana ini cepat berlalu,” tutup dia.

Sebelumnya pada Selasa malam, (25/11/ 2025), Kepala Desa Pastap Muhammad Raja telah mengevakuasi empat warga yang bermukim di bantaran Aek Mais. Langkah ini diambil menyusul debit air yang naik sejak kemarin.

“Keempat warga itu sudah kami ungsikan sementara ke rumah keluarganya yang berada di pinggir jalan,” kata dia.

Raja juga mengimbau seluruh warga yang bermukim sepanjang aliran Aek Mais agar tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi lonjakan debit air masih bisa terjadi.

Reporter : Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!