Panyabungan, Mandailingpos – Masa pendaftaran penjaringan bakal calon Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal masa jabatan 2026-2030 resmi berakhir pada hari ini, Jumat, (30/1/2026). Sebelas orang calon ketua telah mendaftarkan diri.
Sejak dibuka pada 12 Januari lalu, panitia memberikan kesempatan bagi akademisi terbaik untuk menyerahkan berkas persyaratan.
Sesuai dengan jadwal yang tertuang dalam pengumuman nomor B-5014/Sti.21/A/12/2025, hari ini merupakan batas akhir bagi para pendaftar untuk menyerahkan dokumen administrasi, baik secara langsung ke Sekretariat Panitia di Gedung Akreditasi maupun melalui layanan digital.
Ketua Panitia Penjaringan, Irfan Mustofa, S.E., M.A., menyampaikan, seluruh proses pendaftaran telah berjalan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku. Hingga penutupan, tercatat sebanyak 11 nama dari berbagai perguruan tinggi telah resmi mendaftarkan diri.
Mereka yang mendaftar yaitu: Dr. Mara Samin, Dr. Ali Fikri, Dr. Sori Monang, dan Dr. Maryam Batubara (UIN SU), Dr. Mawardi Siregar (IAIN Langsa), Dr. Marlina, Dr. Dedi, dan Dr. Datuk (STAIN Madina), serta Dr. Zul Anwar Agim Hrp, Dr. Akhiril Pane, dan Dr. Hamdan (UIN Padangsidimpuan).
“Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran. Kami sangat mengapresiasi antusiasme para dosen dan akademisi yang telah mendaftarkan diri. Seluruh keputusan panitia dalam tahap awal ini bersifat mutlak,” ujar Irfan Mustofa.
Ia menambahkan bahwa tahap berikutnya adalah verifikasi berkas yang dijadwalkan berlangsung hingga 3 Februari 2026.
Setelah proses verifikasi rampung, hasil bakal calon yang memenuhi syarat akan diumumkan pada 4 Februari 2026. Dokumen pendaftar selanjutnya akan diserahkan kepada Senat untuk mendapatkan pertimbangan kualitatif sebelum akhirnya diteruskan kepada Menteri Agama RI di Jakarta.
Di antara nama-nama yang muncul, sosok Dr. H. Sori Monang menjadi perhatian publik dan dinilai sebagai salah satu kandidat kuat dalam bursa pencalonan kali ini. Beliau memiliki rekam jejak mumpuni secara akademis maupun organisasional.
Sebagai putra daerah asli asal Runding (Rangkuti) dan alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Dr. Sori Monang memiliki kedekatan kultural yang sangat erat dengan Mandailing Natal.
Keunggulan kompetitif lainnya terletak pada kemampuan linguistik beliau yang menguasai tiga bahasa asing (Urdu, Inggris, dan Arab). Selain itu, pengalaman manajerialnya diperkuat dengan posisi strategis sebagai Ketua Ittihadul Muballighin Wal Muballighat Sumatera Utara (2024-2029), Dewan Ahli ISNU Sumut, serta amanah sebagai Ketua Lembaga Dakwah dan Lembaga Wakaf PWNU Sumatera Utara.
Reporter : Rls



















