Aktivitas Gunung Sorik Marapi Meningkat, Warga Dilarang Dekati Radius 1,5 Km

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Panyabungan, Mandailingpos – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Pemerintah Kecamatan Puncak Sorik Marapi resmi mengeluarkan peringatan serius terkait perkembangan aktivitas visual Gunung Sorik Marapi per 3 April 2026.

Dalam surat edaran terbaru, masyarakat dan wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama. Zona ini dinilai berbahaya seiring meningkatnya potensi aktivitas vulkanik yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Tidak hanya itu, warga juga diminta menjauhi kawasan rawan seperti Kawah Sibangor Tonga dan Kawah Sibangor Julu, yang berpotensi mengeluarkan semburan lumpur panas dan gas beracun tanpa tanda-tanda awal.

Camat Puncak Sorik Marapi, Yanjahuddin, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Ia memastikan koordinasi intensif terus dilakukan bersama PVMBG dan petugas di pos pengamatan gunung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung dan petugas lapangan. Saya minta masyarakat benar-benar patuh pada radius aman dan menjauhi kawasan kawah demi keselamatan bersama,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).

Meski situasi meningkat, masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti arahan resmi pemerintah.

BACA JUGA:  Mubes HIMAPALAS Riau, Asnal Munawar Terpilih Sebagai Ketum

Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan warga agar tidak terpengaruh hoaks yang beredar di tengah situasi seperti ini. Informasi yang valid hanya dapat diakses melalui aplikasi resmi seperti MAGMA Indonesia atau kanal Badan Geologi.

Hingga kini, pihak kecamatan masih dalam kondisi siaga penuh dan terus memantau perkembangan terbaru. Warga diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Sebagaimana yang dilansir Madinapos.com, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung api Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Kenaikan status ini mulai berlaku efektif sejak Jumat, 3 April 2026, pukul 21.00 WIB. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan.

Berdasarkan data instrumental, terekam adanya migrasi magma dari kedalaman menuju permukaan yang harus diwaspadai karena berpotensi memicu erupsi freatik maupun semburan lumpur.

Dalam laporan resminya, Plt. Kepala Badan Geologi, Dr. Lana Saria, mencatat lonjakan gempa yang cukup tajam dalam dua hari terakhir terjadi 115 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 4 kali gempa terasa hingga pukul 18.00 WIB, terekam kembali 49 kali Gempa Vulkanik Dalam dan gempa terasa pada skala IV MMI.

BACA JUGA:  Permainan Leluhur Kembali Dilaksanakan di Kecamatan Tambangan.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!