Alumni Musthafawiyah, Dr. H. Sori Monang Siap Pimpin STAIN Madina

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Panyabungan, Mandailingpos – Alumni Aek Singolot Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Dr. H. Sori Monang, M.Th resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua STAIN Mandailing Natal, Senin (19/1/2026).

Latar belakang pesantren yang kuat, berpadu dengan rekam jejak akademik dan kepemimpinan yang luas menjadikan kehadirannya dalam bursa pencalonan ini menjadi perhatian besar dari civitas akademika. Sosok yang tumbuh dari tradisi keilmuan Musthafawiyah ini dikenal konsisten memadukan nilai keislaman, moderasi beragama, dan visi global dalam pengembangan pendidikan Islam.

Dr. H. Sori Monang tidak hanya ditempa di pendidikan pesantren, tetapi juga memiliki pengalaman akademik internasional yang panjang. Ia menimba ilmu di New Delhi, India, selama kurang lebih sembilan tahun, baik dalam pendidikan formal maupun penguatan jejaring keilmuan Islam global. Pengalaman tersebut memperkaya perspektif keilmuan, pemikiran keislaman, serta wawasan lintas budaya yang menjadi fondasi penting dalam kiprah akademiknya.

Sebagai dosen Lektor Kepala UIN Sumatera Utara, Dr. Sori Monang dikenal menguasai tiga bahasa, yakni bahasa Urdu, Arab, dan Inggris. Kemampuan kebahasaan ini menjadi modal strategis dalam komunikasi akademik internasional, pengembangan riset kolaboratif, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah di tingkat global.

BACA JUGA:  Sejumlah Kapolsek dan Pejabat Utama Polres Madina Sertijab

Jejak internasional Dr. H. Sori Monang tercatat di enam negara, melalui berbagai kegiatan akademik, seminar internasional, konferensi ilmiah, studi banding perguruan tinggi, serta penugasan keagamaan. Pengalaman lintas negara tersebut membentuk wawasan global yang relevan dengan tantangan dan arah pengembangan perguruan tinggi Islam di era globalisasi pendidikan tinggi.

Dalam keterangannya, Dr. H. Sori Monang menyampaikan bahwa STAIN Mandailing Natal memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai Perguruan Tinggi Islam yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing internasional. Menurutnya, penguatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan yang profesional, serta perluasan jejaring nasional dan internasional harus menjadi agenda utama ke depan.

“Pengalaman pesantren, pendidikan internasional, dan penguasaan bahasa adalah amanah keilmuan yang harus diabdikan. STAIN Mandailing Natal perlu membangun kolaborasi global tanpa kehilangan jati diri lokal dan nilai-nilai keislaman,” ujar Dr. H. Sori Monang.

Sementara itu, Ketua Panitia Pencalonan Ketua STAIN Mandailing Natal, H. Irfan Mustofa, SE, MA, menyambut baik pendaftaran Dr. H. Sori Monang. Sambutan tersebut disampaikan di ruang meeting STAIN Mandailing Natal, bersamaan dengan proses penerimaan dan verifikasi berkas pencalonan.

BACA JUGA:  Warga Hutabaringin Julu PSM Minta Jalan ke Desanya Diperbaiki

H. Irfan Mustofa menegaskan bahwa panitia berkomitmen menjalankan proses seleksi secara objektif, profesional, dan transparan. Ia menilai rekam jejak akademik internasional, pengalaman kepemimpinan, penguasaan bahasa asing, serta latar belakang pesantren Musthafawiyah merupakan modal penting dalam menghadapi tantangan global pendidikan tinggi Islam.

“Panitia menyambut baik hadirnya calon dengan pengalaman luas dan visi besar. Harapannya, proses ini melahirkan pemimpin yang mampu membawa STAIN Mandailing Natal semakin maju, dikenal luas, dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap H. Irfan Mustofa.

Dengan mendaftarnya Dr. H. Sori Monang sebagai calon Ketua, dinamika seleksi pimpinan STAIN Mandailing Natal kian menguat. Publik kampus menaruh harapan besar agar kepemimpinan ke depan mampu memadukan nilai kepesantrenan Musthafawiyah, kekuatan akademik, dan jejaring global, demi mewujudkan STAIN Mandailing Natal sebagai kampus Islam yang mendunia dan berakar kuat pada tradisi keilmuan Islam.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!