Bupati Madina Sebut Budidaya Pisang Kepok Cukup Menjanjikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

Medan, Mandailingpos – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengatakan, peluang usaha dan peningkatan ekonomi masyarakat dari budidaya pisang kepok cukup menjanjikan.

Saipullah menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan penopang utama ekonomi Madina. Selain itu di masa lalu, kawasan ini merupakan salah satu produsen utama pisang kepok di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Saipullah saat didaulat sebagai pembicara utama dalam panel diskusi bertajuk Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditas Unggulan: Integrasi Perkebunan Presisi dan Manajemen Rantai Pasok Pisang Kepok di Universitas Medan Area (UMA), Medan, Sabtu,, ( 25/07/ 2026).

Panel diskusi ini merupakan bagian dari implementasi Memorandum of Undestanding (MoU) antara UMA dengan Pemkab Madina yang salah satu isinya adalah penguatan atau pengembalian kejayaan pisang kepok di Bumo Gordang Sambilan.

Di hadadapn para peserta yang terdiri dari akademisi, baik itu mahasiswa sarjana maupum pascasarjana serta S3, Bupati Saipullah memaparkan peta jalan agribisnis Madina berupa kebijakan pemerintah daerah dalam mengakomodasi isu terkini pertanian dan investasi komoditas lokal.

BACA JUGA:  Bupati Madina Tinjau Korban Bencana di Muara Batang Angkola

Dia menerangkan, ada beberapa peluang atau potensi yang dapat dicapai dengan program ini, mulai ​diiversifikasi produk pertanian dan hasil olahan, menghidupkan kembali potensi yang lama terabaikan, penguatan nilai tambah dan daya saing produk. Kemudian peluang pasar yang luas untuk produk pisang dan turunannya; dan pengembangan investasi dan kolaborasi multipihak untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Program ini, sebut Saipullah, juga bertujuan sebagai solusi di tengah ketergantungan yang besar terhadap komoditas sawit dengan harga yang fluktuatif.

Selain itu, pisang kepok merupakan komoditas yang bisa tumbuh optimal di iklim tropis dengan curah hujan dan suhu yang mendukung. Kemudian, pengalaman petani lokal akan menjadi dukungan dan kekuatan untuk mencapai kualitas dan konsistensi.

“Lahan yang tersedia melimpah serta cocok untuk sistem tumpang sari demi hasil yang berkelanjutan,” kata Bupati Saipullah.

Pada bagian penutup materi, Saipullah menyampaikan tiga poin utama program tersebut. Pertama, revitalisasi pisang kepok adalah salah satu kunci kebangkitan ekonomi pertanian di desa.

Kedua, hilirisasi dan jangkauan pasar yang sesuai berpotensi meningkatkan PDRB secara umum dan pendapatan petani secara khusus. Ketiga, dukungan kebijakan dan peran serta multi pihak merupakan katalisator utama kesuksesan pengembangan pisang kepok.

BACA JUGA:  Bupati Madina Perintahkan Dinas PU Segera Perbaiki Rambin di Desa Sipogu

Adapun panelis yang disiapkan untuk diskusi ini adalah ​Prof. Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec (Guru Besar Ekonomi Pertanian dan Agribisnis USU), ​Prof. Dr. Ir. Suswati, MP (Guru Besar Agroteknologi UMA), dan ​Miltra Sembiring, S.Pd (Bisnis Ekspor Hortikultura.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!