Ruangan SDN 240 Bandar Panjang Tuo Rusak Parah, Tidak Layak untuk Belajar

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Muara Sipongi, Mandailingpos – Di tahun 2025 ini, masih ada bangunan sekolah yang tidak layak dipergunakan untuk proses belajar mengajar di Kabupaten Mandailing Natal. Sekolah tersebut adalah SDN 240 Bandar Panjang Tuo Kecamatan Muara Sipongi.

Selain bangunan yang terbuat dari papan sudah keropos, loteng dan bagian atap juga sudah rusak. Kondisi ini mengancam keselamatan siswa saat belajar. Bukan itu saja, papan dinding sekolah juga sudah banyak yang hilang dan papan sekat ruangan sudah rusak.

Anggota DPRD Sumatera Utara Aswin Parinduri yang sedang melakukan kegiatan di desa ini, Sabtu (7/6/2925) di dampingi wakil ketua DPRD Madina Indah Annisa terkejut melihat kondisi sekolah ini. ” Miris melihatnya, padahal alokasi dana untuk pendidikan itu sangat banyak, tapi masih ada bangunan sekolah seperti ini” ujar Aswin Parinduri.

Kepala Desa Bandar Panjang Tuo, Muslim dalam sambutannya mengatakan, kondisi SDN di desa ini sangat memperihatinkan. Enam ruangan yang ada tidak layak dipergunakan untuk belajar. Ia yakin, di Mandailing Natal SD inilah yang paling jelek. Ia juga bersama masyarakat sangat kecewa dengan pemerintah yang tidak pernah ada perhatian terhadap sekolah ini.

BACA JUGA:  Sosper di Sibanggor Jae, Aswin Parinduri Sebut Pemuda Arah Masa Depan Bangsa

” Kami berharap agar bapak Aswin Parinduri dan ibu indah Annisa agar segera mendorong pemerintah segera memperbaiki bangunan sekolah ini. Disini atas nama pemerintahan desa, orangtua dan guru, kami titipkan permohonan berupa proposal perbaikan sekolah ini” untuk disampaikan kepada eksekutif sebut Kepala Desa.

Sedangkan Aswin Parinduri dalam kesempatan itu mengatakan, untuk pembangunan sekolah tingkat SD adalah wewenang kabupaten, bukan provinsi.

‘ Begitupun , atas nama Ketua DPD Golkar Madina saya perintahkan anggota DPRD Madina dari fraksi Golkar untuk menggiring anggaran ini. Utamanya kepada ibu Indah Annisa yang kebetulan menjabat sebagai wakil ketua DPRD Madina untuk melobi pihak eksekutif agar sekolah ini bisa diperbaiki’, sebut Aswin Parinduri.

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, jumlah siswa di sekolah ini sebanyak 118 orang. Sekolah ini didirikan tahun 1951 dan merupakan sekolah nomor 4 berdiri sekolah SD di Muara Sipongi. Selain itu, pretasi siswa sekolah ini ditingkat kecamatan informasinya juga cukup banyak, terutama di bidang budaya dan seni.

BACA JUGA:  Pemkab Madina Fasilitasi Mediasi PT DIS dengan Warga Tabuyung

Kepala sekolah Nursaidah yang dicoba konfirmasi belum berhasil. Sedangkan guru guru yang hadir di acara tersebut tidak berani memberikan keterangan. ” Langsung saja pak sama kepala sekolah, hari ini beliau tidak hadir. Beliau tinggal di desa Tobang” ujar seorang guru.

Reporter : Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!