Takjil Puasa di Kotanopan, Kebersihan Makanan Tetap Jadi Prioritas

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
oplus_0

Kotanopan, Mandailingpos – Ramadan berkah rejeki melimpah. Setiap bulan puasa, jutaan rupiah berpindah tangan dalam waktu 30 hari. Dari dompet warga langsung ke laci kayu pedagang es buah, penjual gorengan, penjual mie, dan kolak di pinggir jalan.

Seperti di Pasar Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, Jum’at (27/2/2026), puluhan pedagang penjual takjil puasa menjajakaan dagangannya sejak Satu Ramadhan 1447 Hijriah tiba. Kondisi seperti ini sudah berlangsung setiap tahunnya setiap bulan berkah ini datang.

Berbagai aneka jenis takjil puasa pun dijual, mulai dari kue bongko, lupis, cendol, goreng-gorengan, onde-onde, mie goreng dan berbagai macam minuman es. Sedangkan menu untuk bersantap makan mulai dari ikan bakar, ayam gulai, ayam bumbu, gulai ikan, tauco, pecal, urap, sayuran dan lainnya.

Herannya, pembeli setiap harinya di tempat penjual takjil puasa di Pasar Kotanopan ini selalu ramai. Warga sepertinya lebih memilih membeli takjil puasa di tempat ini. Mereka datang dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Kotanopan. Bahkan ada yang dari kecamatan lain, seperti kecamatan Muarasipongi dan Tambangan serta Ulu Pungkut.

BACA JUGA:  Irham Syururi Desak Pemkab Madina Perbaiki Lampu Jalan di Kotanopan

Mursal Lubis, salah seorang pembeli menyampaikan, ia datang membeli takjl.puasa bersama isteri dan anaknya. Ia mengaku tinggal di Muara Sipongi.

“Sambil jalan – jalan sore hari bawa anak dan isteri, sekalian beli takjil puasa di Pasar Kotanopan ini. Di tempat ini boleh dibilang lengkap selera kita”, sebutnya.

Arif salah seorang penjual gulai berbuka puasa mengatakan, sejak buka mulai pertama puasa sampai hari ini, semua jajanan puasa, lauk atau gulai setiap harinya semua terjual dengan habis.

Hal yang sama juga dikatakan Juli, salah seorang penjual pecal dan mie. Sejak satu Ramadhan, jualannya habis terjual. Ia berharap kondisi ini terus berlangsung sampai habis bulan Ramadhan. ” Alhamdulillah kondisi ekonomi masyarakat di tahun ini sepertinya membaik’, sebutnya.

Muhammad Ikhwan, salah seorang warga Kotanopan mengakui setiap sore selama Ramadhan pasar ini memang selalu ramai dikunjungi pembeli. Mereka datang berburu takjil untuk bersantap buka puasa. Terkadang, sekitar pukul 17.00 Wib beberapa penjual takjil puasa sudah habis dagangannya terjual. Apalagi dinihari pertama dan kedua Ramadhan.

BACA JUGA:  Nurul Wardani Lubis, Ternyata Jago Bernyanyi

Muhammad Ikwan juga berharap, di tengah laris manisnya dagangan takjil puasa ini, pedagang harus tetap mengutamakan kebersihan takjil puasa. Sebab, terkadang sebagian pedagang lalai terhadap kebersihan ini. Banyak dangangan takjil puasa dibiarkan terbuka tanpa penutup yang menyebabkan abu masuk ke makanan.

Apalagi kondisi Pasar Kotanopan adalah pasar terbuka dan berada di pinggir jalan. Tentunya banyak kendaraan yang lalu lalang dan menyebabkan abu beterbangan. Apalagi sepertinya lapak jajajan ini sudah mulai sekitar pukul sejak 15.00 sampai waktu berbuka puasa.

Kebersihan harus tetap jadi prioritas. Begitu juga dengan bahan – bahan pengawet di minuman dan makanan harus dihindarkan. Tutuplah takjil puasa agar tidak berdebu dan di hinggapi lalat, harapnya.

Reporter ; Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!