Witapermainur Desa Laru Dolok Hidupkan Permainan Leluhur, Ajak Anak Kurangi Ketergantungan HP

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Tambangan, Mandailingpos – Wisata Permainan Leluhur (Witapermainur) Desa Laru Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, kembali digelar Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di lapangan Desa Laru Dolok ini menjadi salah satu upaya mengajak anak-anak mengurangi ketergantungan penggunaan telepon seluler (HP) sekaligus mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.

Kegiatan tersebut mengusung slogan “Marmayam Keta, Marhape Emmajolo..” yang mengandung pesan agar anak-anak untuk sementara meninggalkan HP dan kembali menikmati permainan bersama teman-teman di lingkungan sekitar.

Witapermainur dipandu langsung Kepala Desa Laru Dolok, Sahlan, bersama perangkat desa, ibu-ibu PKK, kader, serta NNB Desa Laru Dolok.

Berbagai permainan tradisional seperti engklek, lompat tali, petak umpet, dan permainan rakyat lainnya digelar untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antara anak-anak dan masyarakat.

Selain permainan leluhur, kegiatan juga dirangkai dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang mereka.

Kepala Desa Laru Dolok, Sahlan, mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mengenalkan dan melestarikan permainan-permainan leluhur kepada generasi muda yang mulai terlupakan akibat perkembangan teknologi.

BACA JUGA:  Bupati Madina Kukuhkan Ketua dan Lantik Pengurus PKK Madina

“Kita akan terus mengenalkan permainan leluhur kepada anak-anak, seperti permainan engklek, lompat tali, petak umpet dan berbagai permainan tradisional lainnya. Kita berharap anak-anak dapat mengurangi ketergantungan terhadap HP dan lebih aktif bermain bersama teman-temannya,” ujar Sahlan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar permainan, tetapi juga menjadi sarana membangun interaksi sosial, meningkatkan aktivitas fisik anak, serta menanamkan nilai kebersamaan dan semangat gotong royong sejak usia dini.

Antusiasme anak-anak dan masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Suasana lapangan dipenuhi keceriaan saat anak-anak mengikuti berbagai permainan tradisional dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Camat Tambangan, Bahren Daulay, mengapresiasi pelaksanaan Witapermainur dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, terutama pada setiap hari libur sekolah.
Ia mengimbau seluruh kepala desa se-Kecamatan Tambangan agar menginisiasi kegiatan permainan leluhur di desa masing-masing sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai.

“Kegiatan permainan leluhur ini dilaksanakan setiap hari libur, khususnya pada hari Minggu. Saya juga mengajak seluruh kepala desa di Kecamatan Tambangan untuk terus menggerakkan masyarakat, terutama anak-anak, agar kembali mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga,” kata Bahren Daulay.

BACA JUGA:  Melihat Wisata Permainan Leluhur di Desa Desa Kecamatan Tambangan

Melalui kegiatan Witapermainur, Pemerintah Desa Laru Dolok berharap permainan tradisional tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus membentuk anak-anak yang lebih sehat, aktif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Reporter ; Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!