Direses Aswin Parinduri, Warga Keluhkan Keberadaan Material Longsor di Ruas Jalan Jembatan Merah – Natal

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

Batang Natal, Mandailingpos– Warga Kecamatan Batang Natal menyampaikan keluhan masih banyaknya material longsor yang berada di ruas jalan Provinsi Jembatan Merah – Natal Kabupaten Mandailing Natal yang sampai saat ini dibiarkan teronggok di pinggir jalan.

Keluhan itu disampaikan Camat Batang Natal Wahyu Hidayat, Selasa (10/9/2026) saat mengikuti reses anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri di desa Tombang Kaluang. Reses ini dihadiri empat warga desa, yaitu warga desa Tombang Kaluang, Hatupangan dan Bangkelang.

” Kami berharap Bapak Aswin Parinduri mendesak pemerintah Provinsi agar segera mengangkat material longsor yang sampai saat ini masih teronggok di sepanjang jalan Provinsi Jembatan Merah – Natal. Sebab, keberadaan material longsor ini sangat menganggu pengguna jalan. Kita sangat khawatir, keberadaan material longsor ini akan memicu kecelakaan”, sebut Camat Batang Natal.

Selain itu, Warga juga menyampaikan usulan penyelesaian pembangunan jembatan di desa Tombang Kaluang. Kemudian pengadaan air bersih di tiga desa di kecamatan Batang Natal. Perbaikan irigasi di desa Tombang Kaluang, pengadaan Program Indonesia Pintar ( PIP ) dan pembangunan irigasi di Bangkelang.

BACA JUGA:  Pemkab Sambut Baik Peluncuran SIKIMAN Kajari Madina

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut ini dalam kesempatan itu menyampaikan, pihaknya akan berusaha memperjuangkan aspirasi ini agar ditampung di APBD Provinsi. ” Yang menjadi wewenang Provinsi akan kita perjuangkan agar di tampung anggarannya”, sebut Aswin Parinduri.

Dalam kesempatan itu Aswin Parinduri mengatakan, reses bukanlah alat seremonial . Reses adalah alat perjuangan politik rakyat. Kalau masyarakat desa tidak menyampaikan aspirasi dengan kuat dan jelas, jangan harap pembangunan akan datang dengan sendirinya.

” Saya ingin tegaskan, perubahan tidak akan terjadi, kalau masyarakat hanya menunggu perubahan lahir dan keberanian rakyat untuk bersuara dan bersatu dan mengawasi. Jangan pernah merasa desa kita ini kecil atau jauh dari pusat kekuasaan”, sebut Aswin Parinduri.

Sip berita : Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!