Panyabungan, Mandailingpos– Pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mandailing Natal resmi berakhir.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (6-8 Februari 2026) di Gedung Aula Musthafawiyah Purba Baru ini, berhasil menyiapkan kader penggerak NU yang siap berkhidmat untuk umat.
Di antara 136 peserta yang berasal dari pengurus cabang dan Majelis Wakil Cabang (MWC) se-Kabupaten Mandailing Natal, panitia menetapkan beberapa nama sebagai peserta terbaik. Munculnya nama-nama ini didasarkan pada kedisiplinan dan keseriusan dalam menyerap materi yang disampaikan langsung oleh instruktur dari PBNU Pusat.
Peserta tiga terbaik di angkatan ini adalah Dr. H. Sori Monang, M.Th, Kholidah Nur, MA, H. Musthafa Bakri Nasution, Rahmuddin ( MWCNU Natal).
Kehadiran Dr. H. Sori Monang, M.Th. dalam jajaran peserta terbaik menjadi sorotan tersendiri. Sebagai akademisi sekaligus calon Ketua STAIN Mandailing Natal, keikutsertaannya menunjukkan kerendahan hati dan semangat tinggi untuk tetap menimba ilmu organisasi serta memperkuat ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah kesibukan akademiknya.
Hal ini sejalan dengan pesan Mustasyar PWNU Sumatera Utara, H. Bahauddin, yang mengharapkan agar materi pendidikan ini menjadi embrio dasar pemahaman keagamaan yang kuat bagi para kader.
Pencapaian Dr. Sori Monang sebagai salah satu lulusan terbaik merupakan hasil dari rekam jejak pendidikan yang panjang, di mana sebelumnya beliau telah menuntaskan tiga tahap Pendidikan Pengembangan Kawasan Keulamaan (PPWK) yang dilaksanakan di Jakarta dan Yogyakarta.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari performa impresif kelompoknya, yang beranggotakan tokoh-tokoh seperti Harun Nasution dan Ketua Baznas Madina, Ayah Munawar Khalil. Mereka berhasil mencuri perhatian peserta lain lewat presentasi unik menggunakan bahasa India untuk mencairkan suasana di penghujung acara.
Momentum ini, Dr. Sori Monang diharapkan dapat merepresentasikan sosok pemimpin yang memiliki wawasan luas, komunikatif, dan tetap menjaga sifat tawadhu serta wara’.
Partisipasi aktif beliau di bawah bimbingan instruktur pusat menjadi bukti nyata sinergi antara dunia intelektual dan pergerakan organisasi, yang diharapkan mampu menginspirasi kader lain untuk terus menghidupkan nilai-nilai perjuangan tokoh NU terdahulu seperti Almarhum Syekh Mustafa Husein.
Keberhasilan para peserta terbaik ini menandai babak baru bagi PCNU Madina dalam mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga kedalaman ideologi dan loyalitas tinggi terhadap organisasi Nahdlatul Ulama.
Reporter : Rls



















