Porseni PGRI di Batahan, 1500 Guru Hadir di Event Tersebut.

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Batahan, Mandailingpos- Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mandailing Natal berlangsung selama tiga hari, 21-23 November 2025 di halaman MTs Swasta Nahdlatul Ulama Batahan, Desa Sari Kenanga, Kecamatan Batahan.

Kegiatan yang dihadiri 1.500 kepala sekolah dan guru ini langsung di buka Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, Sabtu (22/11/2925). Sedangkan pertandingan di bidang olahraga berupa voli, tenis meja, bulutangkis, dan tarik tambang. Sementara untuk seni meliputi vokal solo dan tari kreasi.

Di hadapan para guru itu, Bupati Saipullah memaparkan sejumlah komitmen dalam mendukung penguatan sektor pendidikan di Bumi Gordang Sambilan, termasuk penggelontoran sekitar Rp750 miliar APBD 2026.

“​Di Mandailing Natal, anggaran pendidikan, kalau saya tidak salah, di tahun 2026 ini kurang lebih 750 miliar. Sehingga, sebenarnya kalau kita pandai memanfaatkannya, walaupun belum sempurna, tapi bisalah mencukupi,” kata dia.

Dia menambahkan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Pemkab Madina juga mencanangkan pembentukan sekolah unggulan di masing-masing kecamatan. Bahkan, pihak pemerintah daerah telah berdiskusi dengan beberapa yayasan, termasuk Matauli di Sibolga.

BACA JUGA:  Ayah Bejat, Ternyata Perkosa dan Cabuli Dua Putri Kandungnya.

“Ini pekerjaan yang berat, bukan mudah. Tapi, kalau kita bersama-sama ingin menjadikan Madina ini salah satu lumbung sumber daya manusia yang unggul, kita harus lakukan,” ujar dia.

Saipullah juga mengingatkan para guru agar tidak mudah berpuas diri. Sebab di tengah perkembangan teknologi yang begitu luar biasa, perubahan berlangsung dalam tempo yang singkat.

“Saya minta para guru untuk bisa meningkatkan kemampuan. Menambah ilmu sekarang tidak begitu susah. Bapak-ibu bisa buka handphone itu. Banyak di situ Artificial Intelligence, gunakan untuk peningkatan kapasitas,” pungkas Bupati Saipullah.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Faisal Situmorang mengapresiasi PGRI Madina yang memutuskan melaksanakan porseni di Kecamatan Batahan.

“Keputusan ini sangat strategis dan menunjukkan komitmen kita bahwasanya perhatian dan pembangunan pendidikan tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten,” kata dia.

Fasial berharap melalui pertandingan olahraga dapat meningkatkan kapasitas, disiplin, dan kerja keras guru. Sedangkan lewat seni bisa menumbuhkan kreativitas, kepekaan, dan cinta pada budaya.

Ketua PGRI Madina, Defrion Chaniago memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi para guru kepada Bupati, utamanya intimidasi dan kriminalisasi yang masih dihadapi tenaga pendidik. Dia menjelaskan di banyak daerah sudah ada Perda tentang Pelindungan Guru.

BACA JUGA:  Di Tabuyung, Bupati Mengenakan Baju Adat Pesisir.

“Kami berharap ke depan kita punya Perda perlindungan terhadap guru agar kami mengajar lebih tenang, lebih semangat,” ujar dia.

Hal lain yang menjadi harapan para guru, sebut Defrion, masalah penggajian yang tepat waktu. Sebab, seringkali tenaga pendidik kelimpungan di awal bulan untuk mengirim biaya kuliah anak-anak mereka.

“Maaf, Bapak Bupati dan Bapak Kepala Dinas, gaji kami tanggal 1 harapannya sudah keluar,” ungkap dia.

Di sisi lain, Defrion juga berpesan kepada para guru dan kepala sekolah agar meningkatkan kemampuan, kapasitas dan profesionalisme.

“Mari kita tingkatkan kinerja tingkatkan disiplin kerja, tingkatkan kerja sama di antara kita, mulai dari kerja sama sesama guru di sekolah, ke Dinas Pendidikan, termasuk ke pemerintah daerah,” pesan Defrion.

Dalam kesempatan ini, Bupati Saipullah didampingi Pj. Sekda Sahnan Pasaribu, Kadis PMD Irsal Pariadi, Plt. Kadis Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, dan Plt. Kadis PUPR Akhmad Faisal.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!