Wabup Atika Apresiasi Kolaborasi Warga dan PT SMGP Tangani Kerusakan Irigasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Puncak Sorik Marapi, Mandailingpos – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengapresiasi langkah cepat masyarakat Kecamatan Puncak Sorik Marapi bersama PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dalam menangani kerusakan saluran irigasi di Desa Huta Lombang.

Apresiasi tersebut disampaikan Atika saat meninjau langsung lokasi irigasi yang rusak di Desa Huta Lombang, Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam peninjauan itu, Atika didampingi Pj. Sekda Madina Afrizal Nasution, Plt. Kepala Dinas PUPR Sahnan Pasaribu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, Kepala BPBD Mukhsin Nasution, perwakilan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, Camat Puncak Sorik Marapi Zulhidayat, serta sejumlah kepala desa.

Atika mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penanganan sementara kerusakan irigasi ditargetkan rampung dalam dua hari ke depan. Menurutnya, langkah cepat tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.

“Ini sangat krusial karena irigasi tersebut berkaitan langsung dengan lahan pertanian masyarakat. Dengan penanganan cepat, kita berharap sawah petani dapat terhindar dari ancaman gagal tanam maupun gagal panen,” ujar Atika.

BACA JUGA:  Bupati Madina Nobar Film G30S PKI di Kampung Jenderal Abdul Haris Nasution

Ia menjelaskan, saluran irigasi tersebut mengairi ratusan hektare sawah yang berada di Kecamatan Puncak Sorik Marapi dan Kecamatan Lembah Sorik Marapi. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, dan pihak perusahaan agar penanganan dapat berjalan optimal.

“Ada ratusan hektare sawah yang dialiri irigasi ini. Dengan gotong royong masyarakat dan bantuan pihak perusahaan, keluhan petani untuk sementara dapat teratasi,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Madina Sahnan Pasaribu mengatakan, untuk penanganan secara permanen, Pemkab Madina melalui sumber daya air (SDA) provinsi telah mengusulkan dukungan anggaran, khususnya melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT).

Menurut Sahnan, kondisi kerusakan irigasi cukup parah sehingga membutuhkan penanganan secara permanen. Untuk itu, pemerintah akan melakukan pembahasan lebih lanjut agar perbaikan dapat dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun program prioritas pembangunan infrastruktur.

Di sisi lain, Koordinator Community Development and Corporate Responsibility (CD&CR) PT SMGP, Ade Robi, memastikan pihak perusahaan akan membantu dan memfasilitasi penanganan sementara kerusakan irigasi tersebut.

BACA JUGA:  Pemkab Madina Terima Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Tahun 2024

“Saat ini masyarakat Desa Huta Lombang bersama pihak perusahaan telah memulai pengerjaan saluran irigasi. Ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk selalu tanggap terhadap keluhan masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan,” ujar Ade Robi.

Reporter ; Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!