Panyabungan, Mandailingpos – Enam peraih Golden Ticket Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat pelatihan khusus sebagai persiapan menuju dapur rekaman.
Pelatihan tersebut digelar di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAPPRI Madina, Selasa (25/8/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pemberian Golden Ticket kepada para pemenang festival perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat kecamatan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diarahkan untuk mengenali dan mengembangkan karakter vokal masing-masing. Mereka juga mendapat pembinaan terkait pemilihan jenis lagu yang sesuai dengan karakter suara sebelum memasuki proses rekaman.
Enam peserta tersebut berasal dari tiga kecamatan, yakni Tambangan, Panyabungan Selatan, dan Kotanopan. Mereka masing-masing didampingi unsur pemerintah kecamatan.
Dari Kecamatan Tambangan, Camat Bahren Daulay, S.Sos., mendampingi Azhari dan Syahrani. Dari Kecamatan Panyabungan Selatan, Camat Ahmad Sulaiman Lubis mendampingi Nurul Ilmi dan Tarmizi. Sementara dari Kecamatan Kotanopan, Nazwa Fahira dan Gina Wardani didampingi Korwil 8 Oloansyah bersama panitia kesenian yang mewakili Camat Kotanopan.
Berasal dari Berbagai Latar Belakang
Keenam peserta memiliki latar belakang yang berbeda. Azhari merupakan anggota Naposo Bulung Desa Pasar Laru, sedangkan Syahrani masih menempuh pendidikan di STAIN Madina.

Dari Kecamatan Panyabungan Selatan, Nurul Ilmi tercatat sebagai siswi SMAN 1 Panyabungan Selatan. Sementara Tarmizi sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta.
Adapun Nazwa Fahira merupakan siswi SMAN 1 Kotanopan dan Gina Wardani merupakan siswi SMKN 2 Kotanopan.
Perbedaan latar belakang tersebut tidak menghalangi keenam peserta untuk mengembangkan bakat bernyanyi melalui program pembinaan PAPPRI Madina.
Camat Apresiasi Program PAPPRI
Camat Tambangan Bahren Daulay, Camat Panyabungan Selatan Ahmad Sulaiman Lubis, dan Korwil 8 Kotanopan Oloansyah mengapresiasi program PAPPRI Madina yang memberikan kesempatan kepada para pemenang festival tingkat kecamatan untuk melanjutkan pengembangan bakat mereka.
Bahren mengatakan, program Golden Ticket memberikan kesempatan kepada para peserta untuk tidak berhenti setelah meraih prestasi di tingkat kecamatan.
“Kami di tiga kecamatan sangat berterima kasih kepada PAPPRI Madina. Baru kali ini terjadi. Ini langkah besar yang patut kita apresiasi dan kita dukung sepenuhnya,” ujar Bahren.
Hal senada disampaikan Ahmad Sulaiman Lubis. Menurutnya, keseriusan PAPPRI Madina dalam membina penyanyi berbakat merupakan langkah positif dalam memberikan ruang bagi talenta-talenta daerah untuk berkembang.
Oloansyah juga mengapresiasi program tersebut dan berharap pembinaan seni dapat terus dikembangkan di Kabupaten Mandailing Natal.
PAPPRI Kembangkan Seni dan Budaya
Ketua DPC PAPPRI Madina Mulyadi P. Jambak menyampaikan terima kasih kepada para camat yang telah memberikan dukungan kepada warganya yang memperoleh Golden Ticket.
Menurut Mulyadi, dukungan pemerintah kecamatan menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program pengembangan seni di daerah.
“Kami dari PAPPRI Madina sangat berterima kasih atas dukungan, kerja sama, serta support yang ditunjukkan langsung dalam kerja nyata oleh para bapak camat. Kami berharap sinergitas antara kita tetap terjalin baik untuk memajukan seni musik dan budaya di Kabupaten Mandailing Natal,” ujar Mulyadi.
Ia mengatakan, program PAPPRI Madina tidak hanya berfokus pada seni musik dan vokal. PAPPRI Madina juga mulai membuka pelatihan Gordang Sambilan dan seni tari.
Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk mencetak penyanyi, tetapi juga turut mengembangkan potensi seni dan budaya yang ada di Mandailing Natal.

Ingin Jadikan Kantor PAPPRI sebagai Ruang Budaya Madina
Wakil Ketua PAPPRI Madina, Sahren, mengatakan pihaknya memiliki visi untuk menjadikan PAPPRI sebagai salah satu ruang pengembangan dan promosi seni budaya Mandailing Natal.
“Kita di PAPPRI punya tujuan dan impian yang sama. Satu saat ketika orang ingin tahu seperti apa seni dan budaya serta karakter Mandailing Natal, kita bisa tampilkan di sini. Orang akan melihat miniatur Madina ada di kantor PAPPRI,” ujarnya.
Pelatihan enam peraih Golden Ticket tersebut menjadi tahapan awal sebelum mereka memasuki proses rekaman. Pembinaan karakter suara dan pemilihan lagu menjadi fokus agar potensi masing-masing peserta dapat dikembangkan secara optimal.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara PAPPRI Madina dan pemerintah kecamatan dalam membuka ruang bagi talenta-talenta seni untuk berkembang dan berkontribusi terhadap kemajuan seni dan budaya di Kabupaten Mandailing Natal.
Reporter : Rls



















