Pemkab Madina Siapkan Budidaya Pisang Kepok di Lahan Lima Hektare

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Panyabungan Barat, Mandailingpos — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pertanian menyiapkan pengembangan budidaya pisang kepok di lahan seluas lima hektare di Desa Hutatonga, Kecamatan Panyabungan Barat. Penanaman perdana dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026.

Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution mengatakan, pengembangan pisang kepok tersebut merupakan bagian dari program percontohan yang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menjadi kawasan edukasi dan ekowisata.

Hal itu disampaikan Saipullah saat meninjau lokasi proyek percontohan seluas lima hektare tersebut, Selasa (01/09/2026).
Menurutnya, bibit pisang yang akan ditanam merupakan varietas unggul, sehat, dan sesuai dengan rekomendasi teknis.

Pengembangan ini sekaligus diharapkan dapat melestarikan varietas pisang kepok yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Madina.

“Penanaman dilakukan secara bertahap. Tahap pertama seluas satu hektare pada Oktober 2026 dan satu hektare lainnya pada Desember,” ujar Saipullah.

Ia menjelaskan, pada 2026 penanaman ditargetkan mencapai dua hektare. Selanjutnya, pengembangan akan dilanjutkan pada 2027 hingga seluruh lahan seluas lima hektare dapat dimanfaatkan.

BACA JUGA:  Pemkab Madina Targetkan Penuhi 20 Persen Kebutuan Telur di Tahun 2027

Saipullah menegaskan, kawasan tersebut tidak hanya akan difokuskan sebagai sentra budidaya pisang kepok. Pemerintah daerah juga memproyeksikannya sebagai kawasan wisata berbasis pertanian atau ekowisata terpadu.

“Sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat terkait komoditas yang dikembangkan,” katanya.

Dari hasil peninjauan di lokasi, lahan seluas satu hektare saat ini telah dimanfaatkan untuk penanaman kacang tanah dengan sistem tumpang sari. Metode tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah sebelum pengembangan pisang kepok dilakukan.

Selain kegiatan pertanian, pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung juga terus berlangsung, di antaranya pembuatan parit, kolam, dan tempat penampungan air.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Saipullah didampingi Asisten Pemerintahan Sahnan Pasaribu, Plt. Kepala Dinas Pertanian   Taufik Zulhandra Ritonga, Kepala Dinas PUPR Abdul Rahim Siregar, dan Plt. Kepala Dinas Perikanan Alinafiah.

Kehadiran jajaran tersebut untuk memastikan program prioritas pengembangan kawasan pertanian itu berjalan sesuai petunjuk teknis dan rencana yang telah ditetapkan.

Reporter ; Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!