Bupati Madina Sebut Swasembada Pangan Butuh Pendidikan, Teknologi dan Kewirausahaan

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Panyabungan, Mandailingpos — Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengatakan upaya mewujudkan swasembada pangan tidak cukup hanya melalui kegiatan bercocok tanam, tetapi juga membutuhkan pendidikan, penguasaan teknologi, dan semangat kewirausahaan.

Hal itu disampaikan Saipullah saat memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka di Blok C Taman Raja Batu, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (31/8/2026).

Menurut Saipullah, tema HUT ke-65 Gerakan Pramuka, “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, sejalan dengan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait swasembada pangan, energi, dan air.

“Tema ini merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada pangan, energi, dan air,” kata Saipullah.

Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Madina, Saipullah menegaskan Pramuka akan terus didorong menjadi wadah untuk menumbuhkan budaya proaktif dan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.

Menurut dia, pengembangan sektor tersebut perlu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna dan diiringi semangat kewirausahaan.

BACA JUGA:  Saipullah sebut Pemerintahannya Akan Terbuka dengan Kritik

Di sisi lain, Saipullah menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari perubahan iklim dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) hingga persoalan sosial seperti narkotika, perundungan, hoaks, dan perjudian daring.

Karena itu, dia menekankan pendidikan kepramukaan harus tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Dharma sebagai landasan pembentukan karakter, etika, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.

“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, sedangkan karakter memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan. Kami ingin setiap anggota Pramuka memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan, dan keberanian untuk mencipta serta menyelesaikan persoalan,” ujarnya.

Saipullah juga berharap kegiatan kepramukaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata sesuai dengan potensi daerah.
“Seperti menanam bahan pangan, mengelola lingkungan, dan mengembangkan usaha,” katanya.

Dia meyakini Gerakan Pramuka dapat melahirkan generasi yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan bangsa, mulai dari petani inovatif, inovator pangan, ilmuwan, wirausahawan, hingga pemimpin yang berkarakter dan berintegritas.

BACA JUGA:  24,75 Ton Bibit Jagung dari Kementerian Disalurkan Pemkab Madina 

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!