Kelompok Tani Saroha Kembali Oftimalkan Lahan Eks Tambang Menjadi Lahan Produktif

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

Kotanopan, Mandailingpos– Kelompok Tani Saroha Kelurahan Pasar Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal kembali oftimalkan lahan eks tambang di wilayah Saba Arambir, Jambur Tarutung Kelurahan Pasar Kotanopan menjadi lahan produktif.

Seperti, Senin (09/03/2026), kelompok tani ini kembali melaksanakan pertaman padi kedua di lahan eks tambang ini. Sebelumnya, di lokasi yang sama, kelompok tani telah melaksanakan pertaman padi pertama dan sudah dipanen serta hasilnya cukup bangus.

Hadir dalam pertaman padi kedua ini Babinsa Koramil 14 Kotanopan, UPT. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Hutarimbaru dan anggota kelompok tani Saroha.

Ketua kelompok tani Saroha Maraginda Hakim mengatakan, reklamasi lahan eks tambang ini menjadi lahan produktif kembali, sudah komitmen dari kelompok Tani Saroha. Seperti hari ini dilaksanakan penanaman bibit padi kedua di lahan eks tambang ini. Sebelumnya juga telah dilaksanakan penanaman pertama dan hasilnya cukup bagus.

Selain itu, lanjut Maraginda Hakim, sebelumnya juga pihaknya sudah menanam jagung di lahan eks tambang ini dan hasilnya juga cukup bagus. Penanam jagung ini sempat tiga tahap dan berencana di lahan ini juga dalam waktu dekat sebagian akan ditanami kembali.

BACA JUGA:  Lanjutan Pemisahan Aek Macom dan Pengadaan Mobil Ambulans Mencuat di Reses Aswin Parinduri

” Jadi komitmen kita mengoftimalkan lahan agar kembali produktif. Terimakasih dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Babinsa Kotanopan, UPT BPP Hutarimbaru, UPT. Dinas Pertanian dan anggota kelompok tani Saroha”, sebut Maraginda.

Koordinator BPP Hutarimbaru Kotanopan Arya Benni Daulay mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan kepada kelompok tani melaksanakan pertanaman dan mengajak seluruh anggota kelompok tani lain untuk berpartisipasi.

“Tantangan terberat adalah mengubah lahan kritis pasca tambang menjadi lahan pertanian yang produktif. Proses ini membutuhkan perencanaan dan upaya yang lebih rumit dari kegiatan revegali pasca tambang yang hanya melibatkan penataan lahan penanaman kembali”, ujar Arya.

Walaupun begitu, sebut Arya, secara teknis kelompok tani akan terus mereka dampingi agar program ini berhasil dengan baik. Pihaknya juga akan memfasilitasi adopsi teknologi seperti benih unggul, pemupukan dan pengamatan POPT.

“Selain itu, PPL juga harap berfungsi sebagai motivator edukator dan mediator serta aktif mengadakan pertemuan dengan kelompok tani untuk berdiskusi”, sebut Arya.

Reporter : Lokot Husda Lubis

BACA JUGA:  Selepas Magrib, Para Ayah Diminta Dampingi Anak Mengajj dan Belajar.

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!