Tambangan, Mandailingpos – Program Marmayam Keta, Marhape Emmajolo di desa desa Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal masih terus berlanjut setiap minggunya.
Program yang dirancang untuk meminimalkan penggunaan gawai dan handphone di tingkat anak anak ini disambut dengan gembira. Betapa tidak, setiap Minggu, mulai pagi hari anak anak sudah arahkan untuk senam, kebersihan pekarangan, bermain tradisional dan dilanjutkan dengan makan bersama melalui program Pemberian Makan Tambahan ( PMT) bagi anak dan usia lanjut.
Biaya kegiatan yang dipandu Kepala Desa melalui perangkat desa dan dibantu ibu ibu PKK ini, sepenuhnya di anggarkan melalui Dana Desa (DD). Anak anak diperkenalkan kembali dengan permainan tradisional seperti maryeye, tarik tambang, marrene rene, membuat mobil mobilan, engrang maruyup- uyup, menggambar, marlagotria dan bentuk permainan tradisional lainnya.
Semua kegiatan ini dirancang agar hari libur anak tidak lagi tersita menggunakan Handphone. Mereka akan disibukkan dengan permainan tradisional, olahraga dan kegiatan seni. Program ini tentunya mendapat dukungan penuh dan Forkopincam Tambangan dan tokoh masyarakat setempat.

Seperti, Minggu (23/11/2025) di desa Tambangan Tonga, ratusan anak anak desa tersebut ikut program marmayam keta marhape emmajolo. Di bawah bimbingan perangkat desa dan ibu ibu PKK aneka kegiatan permainan tradisional dilaksanakan. Setelah itu, anak anak disuguhi makan tambahan.
Kepala desa Tambangan Tonga Syamsul Bahri Nasution mengatakan, setiap hari Minggu kegiatan ini tetap dilaksanakan di desanya. Tujuannya tidak lain agar anak anak tidak lagi terfokus kepada penggunaan handphone saat hari libur. ” Semua anak anak di ikutkan dalam kegiatan ini. Mereka cukup senang dan gembira mengikuti kegiatan ini”, sebutnya.
Camat Tambangan Enda Mora Lubis mengucapkan terimakasih kepada perangkat desa yang ada di Kecamatan Tambangan yang telah melaksanakan kegiatan ini secara rutin setiap minggunya. Ia berharap program yang sudah di canangkan sejak tiga tahun lalu bermanfaat bagi anak anak dan masyarakat.
Reporter : Lokot Husda Lubis



















