Panyabungan, Mandaioingpos – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri meminta jalan penghubung antara Madina- Palas segera dibangun. Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran ganja di wilayah Mandailing Natal dan Sumatera pada umumnya.
Aswin menyoroti salah satunya kendala infrastruktur yang menghambat aparat kepolisian memberantas peredaran narkotika jenis ganja di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Menurutnya, medan yang sulit dijangkau menyebabkan para bandar besar sulit diringkus.
Aswin mengungkapkan, terdapat sekitar 25 hingga 30 hektare ladang ganja yang tersebar di kawasan perbatasan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan Mandailing Natal. Meski penindakan sering dilakukan, para pelaku kerap lolos karena faktor geografis.
“Untuk mencapai titik tersebut, aparat harus menempuh perjalanan kaki hingga enam sampai tujuh jam. Kondisi ini membuat pelaku lebih mudah melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi,” kata Aswin, Senin (20/4/2026) dilansir dari Mistar.Id
Kawasan perbatasan tersebut sering dijuluki sebagai “segitiga emas” karena lokasinya yang terisolasi di tengah hutan rimba. Aswin menilai, keterbatasan akses bukan sekadar masalah transportasi, melainkan hambatan serius dalam penegakan hukum.
Sebagai solusi strategis, putra daerah Mandailing Natal ini mengusulkan pembangunan jalur tembus yang menghubungkan Kabupaten Madina dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas).
“Jika akses tersebut tersedia, aparat akan lebih mudah melakukan pengawasan dan penindakan. Pembangunan infrastruktur ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Saat ini, Padang Lawas sudah terkoneksi hingga ke Rokan, Riau, sementara Madina masih tertinggal dalam konektivitasnya,” tambahnya.
Selain masalah infrastruktur, Aswin juga mengungkap pola penanaman yang dilakukan pekerja lokal. Ia menduga para pelaku memiliki metode khusus untuk memantau usia tanaman mereka tanpa harus sering masuk ke hutan dalam.

“Yang menanam biasanya pekerja lokal. Mereka bahkan bisa memperkirakan usia panen dengan menanam ganja di sekitar rumah sebagai penanda atau indikator waktu,” jelasnya.
Perencanaan Kota & Kawasan
Ia menegaskan perlunya pendekatan komprehensif dari pemerintah, mulai dari pembangunan fisik hingga penguatan regulasi, agar masalah menahun ini tidak terus berulang.
Langkah senada sebelumnya telah diambil oleh Bupati Madina, Saipullah Nasution. Pada Senin (13/4/2026), Bupati menemui Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, di Jakarta untuk membahas percepatan akses jalan Madina-Palas serta program alih fungsi lahan ganja di Panyabungan Timur.
Bupati menekankan bahwa pembukaan akses jalan lintas ini sangat krusial, baik untuk pertumbuhan ekonomi maupun aspek keamanan.
“Kami butuh pendekatan komprehensif dari BNN untuk mengatasi permasalahan sosial di wilayah tersebut. Pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan jaminan keamanan,” kata Bupati Saipullah.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Madina telah menyiapkan rencana pengembangan ekonomi alternatif bagi masyarakat setempat. Terdapat tiga komoditas unggulan yang akan dipromosikan sebagai pengganti tanaman ganja, yakni, erkebunan tambakau, kopi, dan aren.
Ketiga komoditas ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi yang diharapkan mampu mengalihkan ketergantungan masyarakat pada aktivitas ilegal dan menjadi tumpuan hidup baru yang legal.
Kepala BNN RI menyambut positif rencana tersebut dan menyatakan kesiapan program BNN untuk mendukung visi daerah tersebut.
Reporter : Rls/Ant



















