Marturi di Kotanopan, Siswa SD Angkat Cerita Rakyat Mandailing

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

Kotanopan, Mandailingpos – Tradisi marturi turut mewarnai rangkaian kegiatan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Terminal Kotanopan, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan marturi diikuti siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dari sejumlah sekolah di Kecamatan Kotanopan. Masing-masing peserta menampilkan cerita rakyat yang berkembang di daerahnya.
Cerita yang disampaikan tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan pesan moral dan nasihat yang dapat menjadi pembelajaran bagi para pendengar, khususnya generasi muda.

Koordinator kegiatan marturi, Oloansyah Lubis, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kembali tradisi marturi kepada generasi muda.

Menurutnya, marturi merupakan salah satu kekayaan budaya Mandailing yang perlu terus diperkenalkan kepada anak-anak agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Sementara itu, Camat Kotanopan Enda Mora Lubis mengatakan marturi merupakan salah satu tradisi budaya Mandailing yang mulai jarang dilakukan. Padahal, cerita yang disampaikan dalam marturi umumnya mengandung nilai-nilai edukatif, moral, dan kearifan lokal.

BACA JUGA:  Polisi Jangan Kaburkan Pemberantasan Narkoba dengan Penangkapan Warga Pembakar Polsek

“Marturi merupakan bagian dari budaya Mandailing yang harus kita lestarikan. Di dalam cerita biasanya terdapat banyak nilai pendidikan dan nasihat yang sangat baik untuk anak-anak,” ujarnya.

Marturi dalam budaya Mandailing merupakan tradisi lisan berupa kegiatan bercerita atau mendongeng tentang kisah rakyat, legenda, maupun sejarah yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini biasanya disampaikan oleh seorang pencerita yang disebut Bayo Parturi, baik di tempat berkumpul seperti sopo jago maupun di dalam rumah.

Kegiatan semakin semarak dengan penampilan Akilah Zahra, siswi SMPN 3 Panyabungan, yang merupakan Juara I Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) cabang mendongeng tingkat Kabupaten Mandailing Natal. Ia kemudian berhasil meraih Juara I pada ajang yang sama di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Selain itu, turut tampil Afiqa Karmila, siswi SDN 215 Tamiang, yang berhasil meraih Juara III lomba bertutur tingkat Kabupaten Mandailing Natal.

Penampilan para peserta mendapat perhatian dan antusiasme masyarakat yang hadir. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan kembali tradisi marturi sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya dan pendidikan kepada generasi muda.

BACA JUGA:  Bupati Madina dan Bupati Pasbar Sampaikan Potensi Ekonomi Daerahnya

Berita: Lokot Husda Lubis

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!