STAIN Madina Wisuda 519 Mahasiswanya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

PANYABUNGAN, Mandailingpos – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) mewisuda 519 mahasiswa dari 20 program studi. Prosesi wisuda digelar di Student Center, Kompleks Pendidikan STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, Sabtu (31/10).

Wisuda tersebut dihadiri sejumlah tokoh daerah dan nasional. Tampak hadir Bupati Madina H. Saipullah Nasution, Ketua STAIN Madina Mara Samin Lubis, Ketua Dewan Penyantun STAIN Komjen Pol (Purn) Drs. Saud Usman Nasution, Anggota DPRD Sumut H. Aswin Parinduri, serta mantan Bupati Madina H. Dahlan Hasan Nasution.

Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan bahwa capaian akademis tidak lepas dari doa dan perjuangan orang tua.

“Ingatlah keberhasilan ini berkat mereka. Gantungkan harapanmu setinggi langit,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Madina H. Saipullah Nasution menyoroti tantangan zaman di era digital. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), serta arus informasi global telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi.

Ia menegaskan, gelar sarjana harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar dan adaptif terhadap teknologi.

BACA JUGA:  Heboh, Tukin dan Serdos Dosen STAIN Madina Terancam Tidak Cair 9 Bulan

“Gelar sarjana harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi,” tegas Saipullah.

Namun demikian, Saipullah mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman. Ia menyebut, kepintaran tanpa moral dapat mendatangkan kerusakan.

“Teknologi dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, iman dan akhlak harus tetap menjadi kompas utama dalam menentukan arah serta tujuan penggunaannya,” katanya.

Menurut Saipullah, ilmu yang dibarengi iman dan akhlak akan membawa kemaslahatan bagi umat.

Lebih lanjut, ia menegaskan percepatan pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas, karakter, dan daya saing sumber daya manusia.

“Gelar sarjana bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah. Jadilah pribadi yang rendah hati meskipun berilmu tinggi, santun dalam bersikap, teguh dalam prinsip, dan bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Reporter ; Rls/ Eff

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!