Calon Ketua STAIN Madina, Dr. Sori Monang Beri Hadiah Bagi 25 Santri Terbaik Musthafawiyah

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

Panyabungan, Mandailingpos- 25 santri kelas VII Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal yang berhasil meraih peringkat 25 besar dalam ujian tahun akademik 2025/2026 mendapat apresiasi khusus dari salah satu tokoh akademisi di Mandailing Natal, Dr. Sori Monang.

Calon Ketua STAIN Madina ini langsung memberikan hadiah atau “reward”, Senin (26/1/2026). Hadiah ini bukan sekadar bentuk ucapan selamat, melainkan wujud nyata komitmen Dr. Sori Monang mendukung peningkatan kualitas SDM di Mandailing Natal, terlebih pesantren Musthafawiyah merupakan lembaga pendidikan legendaris yang bertetangga dekat dengan kampus STAIN Mandailing Natal.

Dr. Sori Monang, yang saat ini mencalonkan diri sebagai Ketua STAIN Mandailing Natal menyampaikan, prestasi para santri ini aset berharga bagi masa depan daerah.

“Selamat kepada anak-anak kami yang masuk dalam 25 besar. Prestasi ini awal yang baik. Kami ingin memberikan motivasi agar semangat belajar ini terus terjaga. Sebab, ke depan, sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi seperti STAIN Madina sangatlah krusial,” sebut Dr. Sori Monang dalam keterangannya.

BACA JUGA:  Desa Singengu Julu Gelar Musdesus Pembentukan Pengurus Koperasi Merah Putih

Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai simbol keharmonisan antara lembaga pendidikan tinggi dan pesantren. Sebagai calon pimpinan kampus negeri satu-satunya di Madina, Dr. Sori Monang menegaskan visinya untuk menjadikan STAIN Madina sebagai rumah yang ramah dan inklusif bagi para lulusan pesantren.

“Musthafawiyah dan STAIN Madina berada di wilayah yang sama, nafasnya sama-sama pendidikan Islam. Ke depan, kita ingin santri-santri berprestasi seperti mereka memiliki jalur yang luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan kualitas yang unggul,” tambahnya.

Daftar 25 besar tersebut mencakup nama-nama seperti Dimas Maulana Ibrahim, Fadlan Doli Siregar, hingga Khoirun Nisak, yang berasal dari berbagai daerah mulai dari Madina hingga luar provinsi seperti Batam dan Pekanbaru.

Dengan adanya apresiasi dari tokoh seperti Dr. Sori Monang, diharapkan motivasi kompetisi positif di lingkungan pesantren terus meningkat, sekaligus memperkuat figur beliau sebagai sosok yang peduli pada kemajuan dunia pendidikan di Bumi Gordang Sambilan.

Selain memberikan apresiasi kepada santri, Dr. Sori Monang turut memaparkan visinya untuk membawa STAIN Mandailing Natal menuju transformasi yang lebih besar. Ia berkomitmen memperkuat tata kelola kampus yang modern dan berbasis pada kebutuhan masyarakat lokal serta tantangan global.

BACA JUGA:  Mulai Sore Ini, Putaran 16 Besar Turnamen Sepakbola NNB Cup II Pasar Kotanopan

Menurutnya, STAIN Madina harus menjadi pusat unggulan (center of excellence) dalam kajian Islam dan sains yang mampu melahirkan sarjana-sarjana berdaya saing tinggi, namun tetap memiliki akar moral yang kuat layaknya nilai-nilai kepesantrenan.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya hilirisasi riset dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kampus bagi daerah. Dr. Sori Monang berencana mempererat kolaborasi dengan berbagai instansi, mulai dari lembaga keagamaan seperti MUI hingga sektor industri, guna memastikan lulusan STAIN Madina termasuk para alumni pesantren yang kelak melanjutkan studi memiliki prospek karir yang cerah dan mampu menjadi penggerak ekonomi syariah maupun praktisi komunikasi yang handal di tengah masyarakat.

Reporter : Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!