Kotanopan, Mandailingpos– Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) H.Aswin Parinduri terus aktif mensosialisasikan Penyebarluasan Wawasan Kebangsaan kepada masyarakat.
Sosialisasi wawasan kebangsaan adalah upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Seperti pada Minggu ( 12/07/2027) Aswin Parinduri mensosialisasikan Wasbang ini di lapangan Rumah Makan Pondok Pudung Kelurahan Tamiang Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal.
Ratusan anggota masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Selain Lurah Tamiang diwakili Irwansyah , sosialisasi juga diikuti perangkat kelurahan, tokoh agama,tokoh adat, tokoh pemuda/pemudi, kaum ibu serta komponen warga lainnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut itu dengan tegas menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan bukan hanya dihapal dalam bentuk Pancasila atau UUD 1945, tapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
” Masyarakat Mandailing memiliki warisan adat yang luhur. Nilai gotong royong, saling menghormati dan semangat kekeluargaan harus terus kita pelihara.Kita jangan mudah di adu domba oleh berita bohong,fitnah atau kepentingan sesaat yang merusak persaudaraan “, ucapnya.

Aswin juga mengajak seluruh orang tua untuk menjaga dan membimbing anak-anaknya dengan memberikan pendidikan yang baik, tanamkan nilai agama dan mendorong mereka untuk belajar dan memiliki keterampilan.
” Jangan biarkan masa depan mereka dirusak oleh narkoba, kekerasan ataupun pergaulan yang salah. Mari persiapkan generasi muda yang berakhlak mulia cerdas dan mampu bersaing, ” ujarnya.
Sementara dua nara sumber dalam sosialisasi itu yakni DR.Arsidin Batubara Dede Hafirman Said, S.Ag, M.Ag menyebutkan bahwa sosialisasi wawasan kebangsaan adalah program penyuluhan strategis untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, dan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) kepada masyarakat dan generasi muda guna menjaga keutuhan bangsa.
Sedangkan tujuan utama kegiatan ini memiliki beberapa urgensi dan tujuan esensial dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan ras.
Narasumber lainnya, Arsidin Batubara dalam kegiatan itu mengatakan generasi muda harus membentrngi diri dari ideologi menyimpang yang dapat memecah belah bangsa.
” Menjadikan Pancasila sebagai pedoman praktis dalam menyelesaikan masalah sehari-hari ,” terangnya Arsidin Batubara
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. Para peserta juga mempertanyakan seputar Pancasila dan Ideologi, contoh nyata penerapan nilai sila kelima (Keadilan Sosial) yang paling mendesak untuk diperbaiki di lingkungan sekitarnya.
Reporter : Munir Lubis



















