Peninjauan Panen dan Pengukuran Hasil Produksi Padi di Desa Lumban Pasir

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype
Oplus_131072

Tambangan, Mandailingpos- Panen padi di wilayah Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal telah tiba. Untuk mengetahui bertambah atau tidaknya penghasilan petani, Dinas Pertanian Madina melaksanakan peninjauan panen sekaligus pengukuran hasil produksi

Seperti Senin, (29/06/2026), Dinas pertanian melalui Kordinator Pertanian dan PPL Kecamatan Tambangan melakukan peninjauan panen padi dan pengukuran perkiraan hasil produksi padi di Saba Lombang, Desa Lumban Pasir.

Hadir dalam kesempatan itu Camat Tambangan, Bahren Daulay, Kepala Desa di dampingi perangkat desa Lumban Pasir serta anggota kelompok tani setempat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada lahan sawah varietas padi Ciherang. Pengukuran perkiraan hasil produksi menggunakan metode ubinan dengan pengambilan petak sampel dengan ukuran 2,5 m × 2,5 m. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh estimasi produktivitas sebesar 5,6 ton/ha.

Hasil produksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan musim panen sebelumnya yang mencapai 6 ton/ha, atau turun sekitar 0,4 ton/ha. Penurunan produksi ini dipengaruhi kondisi musim kemarau pada saat fase pembentukan dan keluarnya malai, sehingga pasokan air ke lahan persawahan berkurang dan berdampak terhadap hasil panen.

BACA JUGA:  Irham Syururi Nasution Jemput Aspirasi Warga Simpang Tolang Julu

Dari hasil peninjauan juga diketahui bahwa sebagian petani masih menggunakan cara manual dalam pengolahan tanah, pemeliharaan tanaman, maupun proses panen. Namun demikian, sebagian petani lainnya telah memanfaatkan teknologi pertanian berupa mesin bajak dan mesin perontok padi.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terus melaksanakan kegiatan penyuluhan, pendampingan, dan sosialisasi kepada para petani terkait penerapan budidaya padi yang baik. Kendala yang masih dihadapi adalah petani belum sepenuhnya menerapkan rekomendasi teknis yang telah disampaikan oleh PPL.

Dalam kesempatan itu, Camat Tambangan Bahren Daulay berharap tradisi gotong royong dan Mardege tetap dilestarikan karena selain menjadi bagian dari kearifan lokal, tradisi tersebut juga mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat serta mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan desa.

Di sisi lain, penggunaan teknologi pertanian juga diharapkan terus berkembang agar produktivitas pertanian di Kecamatan Tambangan dapat semakin meningkat.

Reporter ; Rls

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!