Panyabungan Barat, Mandailingpos- Jemaah calon haji asal kecamatan Panyabungan Barat dan Hutabargot, Kamis (7/11/2025) mengikuti manasik haji mandiri yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal H. Maranaik Hasibuan langsung membuka acara tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri Kasi PHU Kemenag Madina Ahmad Zainul Khobir Batubara, Kepala KUA Panyabungan Barat H. Subhanayah dan Kepala KUA Hutabargot H.M. Yakup.
Kasi PHU Kemenag Madina Ahmad Zainul Khobir Batubara mengatakan, manasik haji mandiri ini diikuti jemaah calon haji kecamatan Hutabargot sebanyak 5 orang dan kecamatan Panyabungan Barat sebanyak 11 orang.

Menurutnya, manasik haji adalah persiapan yang penting dilakukan sebelum keberangkatan ibadah haji. Hal ini tentunya untuk memberikan gambaran, petunjuk, dan penjelasan mengenai tata cara ibadah haji nantinya di Makkah.
Sedangkan tujuan utama manasik haji menurut Ahmad Zainul Khobir untuk memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai seluk-beluk pelaksanaan ibadah haji. Dalam pelatihan ini, jamaah dikenalkan pada teori dan praktik langsung mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, hingga thawaf dan sa’i. Semua tahapan dijelaskan dengan rinci dan sistematis.
Selain itu, manasik haji juga bertujuan membentuk kesiapan mental dan spiritual jamaah. Tidak sedikit jamaah yang mengalami tekanan emosional saat berada di Tanah Suci karena perbedaan budaya, cuaca ekstrem, atau kelelahan fisik.
Melalui manasik, calon jamaah juga diajak untuk memahami pentingnya kesabaran dan keikhlasan selama menjalankan ibadah.
Bukan itu saja, kata Ahmad Zainul Khobir, manasik haji juga memberikan edukasi kesehatan. Para jamaah diberi informasi tentang menjaga daya tahan tubuh, mengenali gejala heat stroke, serta pentingnya hidrasi dan asupan nutrisi yang baik selama berada di Makkah dan Madinah.
‘ Tidak kalah penting, manasik haji bertujuan menciptakan kebersamaan dan kerja sama antar jamaah. Dalam rombongan, kekompakan dan saling tolong-menolong sangat diperlukan. Karena itu, pelatihan manasik juga menjadi ajang membangun ukhuwah dan gotong royong”, sebut Ahmad Zainul Khobir.
Reporter : Lokot Husda Lubis



















