Panyabungan, Mandailingpos – Rentetan dugaan kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mendapat sorotan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mhd Muslimin Pulungan.
Muslimin meminta Pemkab Madina menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi sistem perlindungan anak dan perempuan, mulai dari pencegahan hingga penanganan korban.
“Kita kecam keras kekerasan seksual dan kekerasan terhadap anak. Tapi jangan berhenti di kecaman. Siabu harus jadi momentum evaluasi,” kata Muslimin, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pemerintah harus memperkuat edukasi, akses pengaduan, pendampingan korban serta koordinasi layanan hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Jangan tunggu viral baru bergerak. Jangan tunggu korban berikutnya baru rapat. Pemerintah harus hadir sebelum anak menjadi korban,” ujarnya.
Ia menegaskan, perlindungan anak tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan sosialisasi atau rapat, tetapi dari sejauh mana anak merasa aman, laporan ditangani cepat, serta korban memperoleh perlindungan dan pemulihan.
Muslimin juga meminta aparat penegak hukum mengusut setiap dugaan tindak pidana secara profesional, objektif dan transparan dengan tetap mengedepankan alat bukti serta asas praduga tak bersalah.
“Kalau terbukti bersalah, tindak tegas. Tapi korban jangan ditinggalkan. Keadilan bukan cuma menghukum pelaku, tetapi memastikan korban aman, didampingi dan dipulihkan,” katanya.
Ia mendorong Pemkab Madina membangun sistem perlindungan anak berbasis pencegahan, data, respons cepat, koordinasi lintas lembaga dan evaluasi berkala.
“Jangan terus pola lama: kejadian, viral, rapat, pernyataan, lalu selesai. Sistem harus bekerja sebelum, saat dan setelah kejadian,” tegasnya.
Sebelumnya, LPA Sumut juga meminta Polres Madina mengusut tuntas rentetan dugaan kekerasan di Siabu serta memperkuat sinergi dalam penanganan dan perlindungan korban.
Muslimin berharap kritik tersebut menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem perlindungan anak di Madina.
“Kalau ada kelemahan, perbaiki. Kalau ada celah, tutup. Jangan sampai ada korban berikutnya,” pungkasnya.
Reporter ; Rls



















