Tambangan , Mandailingpos – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersama Pemerintah Kecamatan Tambangan melakukan survei ruas jalan dari Simpang Kelurahan Laru Lombang menuju Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Jumat (04/09/2026).
Survei tersebut menjadi bagian dari persiapan rencana pembangunan dan pengaspalan jalan yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat di tujuh desa yang berada di seberang Sungai Batang Gadis.
Camat Tambangan Bahren Daulay, turun langsung dalam survei tersebut bersama jajaran Dinas PUPR Madina dan didampingi Lurah Laru Lombang Hendri. Ruas jalan yang disurvei sekitar 472 meter, mulai dari simpang Kelurahan Laru Lombang hingga Jembatan Sungai Batang Gadis.
Jalan tersebut selama ini belum tertangani secara optimal sehingga kondisi akses masyarakat masih menjadi perhatian. Padahal, ruas tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, mengangkut hasil pertanian, serta mendukung berbagai aktivitas ekonomi masyarakat di tujuh desa seberang Sungai Batang Gadis.
Camat Tambangan Bahren Daulay mengatakan, rencana pembangunan jalan tersebut merupakan salah satu upaya mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Tambangan.
“Harapan kita, rencana pengaspalan ini dapat segera direalisasikan. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan berdampak positif terhadap perekonomian warga,” ujar Bahren.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan agar proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan kemudahan masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bahren bersama masyarakat dan tokoh masyarakat dari tujuh desa seberang Sungai Batang Gadis juga menyampaikan harapan kepada para pemilik lahan yang terdampak rencana pembangunan agar dapat memberikan dukungan dan memahami kepentingan pembangunan untuk kepentingan umum.
Sementara itu, pihak Dinas PUPR Madina yang mengikuti survei menyampaikan bahwa pada tahun ini direncanakan pekerjaan pengaspalan jalan sekaligus pembangunan parit di sepanjang ruas sekitar 472 meter tersebut.
Adapun pembangunan lanjutan direncanakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam anggaran daerah tahun 2027.
Rencana pembangunan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki akses transportasi masyarakat di wilayah seberang Sungai Batang Gadis.
Selain memperlancar mobilitas warga, peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat mempermudah distribusi hasil pertanian dan memperkuat aktivitas perekonomian masyarakat di tujuh desa tersebut.
Reporter : Rls



















